Ribuan orang mengenakan pakaian warna-warni memadati Bangkok pada Minggu (12/4/2026) dalam perayaan Songkran, tradisi Tahun Baru khas Thailand yang identik dengan festival air.
Warga lokal dan wisatawan mancanegara tampak memadati jalanan, saling menyiramkan air menggunakan pistol air di tengah alunan musik yang meriah.
Sejumlah pengunjung mengaku menjadikan festival ini sebagai pelarian sementara dari tekanan global, termasuk krisis bahan bakar dan kenaikan harga akibat ketegangan di Timur Tengah. Seorang turis asal Jerman, Gerhardus Page, mengatakan perayaan ini menjadi momen untuk “melupakan masalah-masalah dunia”.
Hal serupa disampaikan warga setempat, Perraphat Onchoi, yang menyebut Songkran membantu “menyembuhkan pikiran di tengah kekacauan dunia”.
Meski berlangsung meriah, pengeluaran selama festival tahun ini diperkirakan mengalami penurunan. Berdasarkan survei universitas, total belanja selama periode Songkran diproyeksikan turun 3,7 persen menjadi sekitar 130 miliar baht atau setara 3,5 miliar dolar AS. Sekitar 36 persen responden menyatakan akan mengurangi pengeluaran mereka.





