Efisiensi Energi, ASN dan Guru di Lamongan Ubah Kebiasaan

tvrinews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Hari Saktiono

TVRINews, Lamongan

Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendidik di Kabupaten Lamongan mulai menerapkan langkah nyata penghematan energi melalui perubahan gaya hidup dan kebijakan di lingkungan kerja. Upaya ini dilakukan dengan bersepeda ke kantor hingga membatasi penggunaan pendingin ruangan.

Gerakan tersebut menjadi respons atas instruksi pemerintah terkait efisiensi energi seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi. Selain mendukung penghematan, langkah ini juga memberi manfaat bagi kesehatan dan efisiensi biaya operasional.

Kesadaran ini salah satunya ditunjukkan oleh Kasduni, guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Lamongan. Ia rutin bersepeda sejauh sekitar 6 kilometer menuju sekolah setiap hari.

“Satu, ingin sehat. Yang kedua, mengurangi BBM, hemat energi. Jarak dari rumah ke sekolah kurang lebih 6 kilo. Harapannya kalau bisa ya Bapak/Ibu guru juga mengikuti sedikit demi sedikit, supaya untuk kesehatan bisa, untuk menghemat juga bisa. Mendukung pemerintah untuk mengadakan hemat energi," uja Kasduni, Minggu, 12 April 2026.

Upaya efisiensi juga diterapkan di lingkungan sekolah. Kepala sekolah, Nur Endah Mahmudah, menyebut penggunaan AC kini dibatasi dan sebagian besar ruang kelas tidak lagi menggunakan pendingin ruangan.

"Guru-guru kami yang dekat-dekat sudah memakai sepeda. Selain itu kita sudah mulai mengurangi tempat-tempat yang memakai AC, kecuali ruangan-ruangan yang memang dibutuhkan untuk bersama. Tapi kalau ruang-ruang yang kira-kira kelas, itu sudah tanpa AC sekarang. Biaya operasional tentunya sudah turun, betul-betul turun," jelasnya.

Kebijakan serupa juga diterapkan di instansi pemerintah. Dinas Kesehatan Lamongan melalui Bidang P2P memberlakukan aturan pemanfaatan sirkulasi udara alami sebelum penggunaan AC.

"Di bidang P2P itu ada aturan bahwa ketika pagi hari semua jendela harus dibuka, AC tidak boleh dinyalakan. Nanti AC baru menyala kira-kira jam 09.30 siang. Karena kita tidak dapat WFH, jadi akhirnya kita harus hemat energinya di sana," terang Yany Khoirurakhmawati.

Langkah yang dimulai dari lingkungan pendidikan dan kesehatan ini diharapkan menjadi contoh bagi instansi lain di Lamongan untuk lebih bijak dalam penggunaan energi demi keberlanjutan lingkungan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan AS-Isrel ke Iran, Seratus Lebih Petugas Kesehatan Syahid
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Survei LSI: 69,8 Persen Responden Puas Terhadap Demokrasi di Indonesia
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Penyuplai Listrik Ilegal ke PKL di Bogor Dipanggil Camat, Janji Tak Beri Akses Lagi
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Trump Serang Paus Leo XIV, Sebut Lemah dan Berutang Posisi Kepadanya
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pertamina Gelar Pasar Murah, Bantu Warga Prasejahtera Penuhi Kebutuhan Pokok
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.