BEKASI, KOMPAS.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi pada Minggu (12/4/2026) sore.
Peristiwa ini menyebabkan puluhan pohon tumbang, kerusakan rumah warga, serta gangguan akses jalan di beberapa titik.
Di Perumahan Pesona Metropolitan, Rawalumbu, kondisinya tampak porak poranda. Batang-batang pohon besar berserakan di sepanjang jalan, sementara daun dan ranting menutupi badan jalan serta halaman rumah warga.
Baca juga: Tiang Optik di Jakbar Roboh, Diduga akibat Keropos dan Kelebihan Beban
Sekretaris RW 042 Perumahan Pesona Metropolitan, Emil, mengatakan dampak paling parah terjadi di jalan utama kawasan ring blok.
“Pohon-pohon tumbang mengakibatkan kemacetan selama sekitar tiga jam. Ini karena proses evakuasi tidak dapat segera dilakukan,” ujar Emil kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Minggu.
Emil menjelaskan, cuaca mulai berubah pada pukul 16.15 WIB. Hujan rintik yang turun tiba-tiba berubah menjadi hujan deras disertai angin kencang yang datang secara beruntun.
Meskipun sebagian akses jalan telah dapat dilalui pada Minggu malam, beberapa titik masih belum sepenuhnya terbuka, khususnya di Jalan Raya Jamrud. Keterbatasan tenaga dan peralatan menjadi kendala utama dalam proses penanganan.
“Kami hanya memiliki satu unit chainsaw kecil yang harus digunakan secara bergantian. Sehingga penanganan belum bisa diselesaikan seluruhnya hari ini dan kemungkinan akan dilanjutkan besok,” kata Emil.
Supratman (43), warga setempat, menyebut angin kencang datang dari dua arah berbeda sehingga memperparah dampak kerusakan.
Ia menjelaskan bahwa awalnya hujan turun disertai angin kencang dari arah utara, kemudian disusul angin dari arah selatan.
“Makanya pohon-pohon besar di sini banyak yang tumbang,” kata Supratman.
Baca juga: Hujan Deras dan Angin Kencang di Bekasi Tumbangkan Belasan Pohon, Atap Ruko Rusak
Menurut dia, hujan deras berlangsung sekitar 30 menit, tetapi kekuatan angin menjadi faktor utama yang menyebabkan kerusakan signifikan.
“Untuk cuaca buruk seperti ini, beberapa tahun yang lalu pernah terjadi, tetapi tidak sedahsyat ini. Ini yang paling parah di daerah sini,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Dewi Sartika, menyampaikan bahwa berdasarkan rekapitulasi laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), kejadian cuaca ekstrem tersebar di lima kecamatan, yakni Rawalumbu, Mustikajaya, Bantargebang, Jatiasih, dan Jatisampurna.
Di Kecamatan Jatisampurna, baliho roboh menghalangi jalan di Jalan Alternatif Cibubur, Kelurahan Jatikarya. Sementara di Mustikajaya, sejumlah pohon tumbang menimpa rumah warga, kabel fiber optik, serta menyebabkan kerusakan ringan pada Posyandu Mawar Sari V.





