YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Indonesia Space Science Society (ISSS) dan Dapur AI, komunitas pegiat ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta kecerdasan buatan (AI) yang berbasis di Jakarta, tengah mengembangkan robot laba-laba bernama VIR (Vortex Intelligence Robot).
Robot ini dirancang sebagai perangkat otonom untuk memantau dan menganalisis kondisi lingkungan secara real time.
Direktur ISSS, Venzha Christ, menjelaskan bahwa VIR merupakan robot otonom berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mengamati dan menganalisis kondisi lingkungan di titik-titik yang dikenal sebagai Vortex Line Yogyakarta.
Seperti diketahui, Vortex Line adalah garis imajiner temuan ISSS yang menghubungkan tiga titik energi tinggi atau fenomena UFO di Yogyakarta (Berbah, Nanggulan, Gedongkiwo) dari timur ke barat, menyerupai pola bintang Orion's Belt.
"Dalam operasionalnya, robot ini mengumpulkan berbagai jenis data secara langsung, seperti gambar dari kamera, suhu udara, suhu tanah, kelembapan, tingkat cahaya, suara di sekitar, arah dan kecepatan angin, kadar ozon, radiasi matahari, radiasi kosmik, aktivitas solar flare, indeks geomagnetik, serta kondisi elektromagnetik," kata Venzha Christ dalam siaran persnya.
Baca Juga: Indonesia UFO Festival 2025 Kembali Digelar, dari Space Suit sampai Vortex Line di Yogyakarta
Sementara itu, Direktur Dapur AI, Pradhono Aji, menjelaskan bahwa data yang diperoleh akan dianalisis untuk mengidentifikasi anomali atau perubahan yang tidak normal, seperti lonjakan radiasi, perubahan medan elektromagnetik, maupun pergeseran kondisi atmosfer.
"Melalui proses ini, VIR mampu memahami situasi yang terjadi, mulai dari aktivitas manusia, perubahan cuaca, hingga kemunculan pola-pola yang tidak biasa," kata Pradhono Aji.
Hasil analisis tersebut kemudian dikirim ke sistem AI yang lebih besar melalui internet untuk diproses lebih lanjut. Sistem kecerdasan buatan ini dapat menemukan hubungan antar lokasi, pola berulang, hingga kemungkinan kemunculan fenomena tertentu.
ISSS dan Dapur AI akan melanjutkan riset ini dengan melibatkan berbagai komunitas lintas disiplin, mulai dari bidang astronomi, geospasial, space science, hingga sosial budaya. VIR tidak hanya berfungsi sebagai alat perekam lingkungan, tetapi juga sebagai pengamat cerdas yang mampu memahami serta mencari sumber berbagai fenomena, termasuk hal-hal yang sebelumnya hanya dianggap sebagai cerita tutur, mitos, atau kepercayaan masyarakat setempat.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Vortex line
- Venzha christ
- Robot AI VIR
- VIR
- UFO
- Alien





