Perundingan AS-Iran Gagal, Trump Perintahkan Blokade Kapal di Selat Hormuz

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat pada Sabtu di Islamabad menyita perhatian dunia. Pembicaraan yang berlangsung selama 21 jam itu berakhir tanpa kesepakatan.

Hal tersebut diumumkan langsung oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, pada Minggu pagi waktu setempat. Ia menyebut akan kembali ke Amerika Serikat tanpa membawa hasil kesepakatan.

Baca Juga :
Negosiasi Buntu, Iran Kokoh Pertahankan Selat Hormuz hingga Tuntutan Kompensasi
Iran Targetkan Kapasitas Kilang Minyak Bumi Pulih hingga 80 Persen dalam Dua Bulan

“Kami sudah berunding selama 21 jam dan melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya . Namun kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir ini lebih merugikan Iran dibandingkan Amerika Serikat. Jadi kami kembali ke Amerika tanpa kesepakatan,” kata dia dikutip dari live streaming Al Jazeerah, Minggu 12 April 2026.

Menanggapi hasil perundingan tersebut, Presiden AS Donald Trump turut memberikan respons. Dalam dua unggahannya di media sosial Truth, ia menyatakan bahwa militer AS siap sepenuhnya untuk menyelesaikan kekuatan Iran pada waktu yang dianggap tepat.

“Pada suatu titik, kita akan mencapai kondisi di mana semua pihak bebas masuk dan keluar, tetapi Iran belum mengizinkan hal itu terjadi,” tulis dia dikutip dari laman Anadolu Agency, Senin 13 April 2026.

Ia juga mengatakan bahwa pasukan AS akan memulai proses memblokade setiap kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.Top of Form

Bottom of Form

“Saya juga telah memerintahkan Angkatan Laut kami untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar pungutan kepada Iran. Tidak ada pihak yang membayar pungutan ilegal yang akan mendapatkan jalur aman di laut lepas,” tulis Trump lebih lanjut.

Dalam unggahan kedua, presiden juga sempat menyinggung soal nuklir Iran. Disebutnya, bahwa Iran tidak bersedia meninggalkan ambisi nuklirnya. Hal ini menjadi salah satu point yang membuat perundingan tersebut gagal mencapai kesepakatan.

“Dalam banyak hal, poin-poin yang telah disepakati sebenarnya lebih baik daripada kita melanjutkan operasi militer sampai selesai. Namun, semua itu tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan risiko jika kekuatan nuklir berada di tangan pihak yang begitu tidak stabil, sulit, dan tak terduga,” tulis Trump.

Baca Juga :
Alasan Iran Susah Buka Selat Hormuz, Posisi Ranjau Laut yang Terpasang Hilang
Nasib Kapal Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas, Dubes Iran untuk RI Buka Suara
Iran Batasi Hanya 12 Kapal Boleh Lintasi Selat Hormuz Per Hari, Biaya US$2 Juta

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korea Selatan Juara Umum Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Iran Siap Capai Kesepakatan yang Adil dengan AS, Pezeshkian: Demi Perdamaian dan Keamanan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Kumham Imipas perkuat koordinasi pengelolaan PLBN Indonesia–Malaysia
• 19 menit laluantaranews.com
thumb
Lille Pesta Gol 4-0 atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil Singkat sebagai Pemain Pengganti
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Komik, Cerita, dan Ideologi di Awal Perkembangannya
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.