Kata BMKG Kemarau Panjang El Nino Godzilla Bakal Tiba, tapi Kok Masih Turun Hujan?

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemarau panjang El Nino Godzilla akan datang, tapi kok hujan masih turun?

Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia yang masih sering diguyur hujan menimbulkan pertanyaan: mengapa hujan masih terjadi di tengah isu El Nino, bahkan yang disebut sebagai “Godzilla”?

Menanggapi hal ini, dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, SS, MSi, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika iklim, terutama karena Indonesia saat ini masih berada pada masa peralihan musim.

BACA JUGA:Update Ketahanan Pangan, BULOG: Stok Beras Nasional 4,6 Juto Ton, Aman Hadapi Ancaman El Nino

“Karena ini masih pancaroba, dan awal musim juga tidak seragam di semua wilayah Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi. 

Ia menegaskan bahwa hujan yang masih turun tidak serta-merta menandakan prediksi keliru.

Menurutnya, indikasi menuju kemarau panjang tetap terlihat berdasarkan adanya trend (kecenderungan) suhu muka laut yang meningkat di Samudera Pasifik. 

“Iya, karena suhu muka air laut di Samudera Pasifik tengah dan timur kawasan tropis cenderung meningkat,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi sinyal awal berkembangnya fenomena El Nino yang berpotensi menurunkan curah hujan di Indonesia pada saat musim penghujan.

BACA JUGA:Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Tekan Importir Kedelai dan Perketat Pengawasan Harga Pangan

Bahkan, berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang.

“Diprediksi demikian, dengan durasi sekitar enam bulan,” tambahnya.

Sonni juga mengungkapkan bahwa awal musim kemarau berpotensi datang lebih cepat dari biasanya, khususnya di wilayah Pulau Jawa yang umumnya memasuki kemarau pada Juli.

“Awal musim kemarau itu lebih maju dari biasanya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa percepatan ini berkaitan dengan adanya kenaikan suhu muka laut di Pasifik tengah dan timur yang menyebabkan berkurangnya pembentukan awan di Indonesia.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sosok Ki Bedil, Perakit Senpi Ilegal yang Beroperasi Senyap Selama 20 Tahun
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Banjir di Jalan DI Pandjaitan Sudah Surut: Ada Pohon Tumbang, Lalu Lintas Macet
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Ribuan Pelari akan Ramaikan Mangkunegaran 2026 di Solo
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Negosiasi dengan AS Buntu, Iran Sebut Perundingan Diwarnai Ketidakpercayaan
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Imigrasi Indonesia Makin User-Friendly! Atlet Asing Bebas Antre di Bandara, Sekjen Perbasi: Ini Dukungan Luar Biasa!
• 10 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.