Psikolog Nilai Baliho Film "Aku Harus Mati" Bahayakan Kesehatan Mental

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG—Baliho promosi film “Aku Harus Mati” bagi kelompok rentan yang tengah berjuang dengan kesehatan mental, maka deretan kata tersebut layaknya belati yang bisa menjadi pemicu fatal. 

Dosen Psikologi UMM, May Lia Elfina, menegaskan hal tersebut menyoroti fenomena shock marketing jalanan yang kian meresahkan. “Ini tindakan ceroboh yang membahayakan nyawa,” katanya, Sabtu (11/4/2026).

Dari kacamata psikologi klinis, kata dia, pemasangan pesan ekstrem di ruang publik tidak bisa dibenarkan. 

Dia menekankan adanya perbedaan mendasar antara ruang publik dan bioskop. Bioskop adalah ruang privat di mana audiens secara sadar memilih untuk menonton, sementara ruang publik memaksa semua orang melihat tanpa bisa menghindar. Hal ini menciptakan paparan stimulus psikologis yang sama sekali tidak terkontrol.

May menjelaskan,  kalimat "Aku Harus Mati" yang bersifat absolut dan tanpa konteks bisa menjadi pemicu yang sangat berbahaya. Bagi individu dengan riwayat depresi, trauma, atau ide bunuh diri, pesan ini seolah memvalidasi pikiran negatif mereka. 

Apalagi, manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan negativity bias, di mana otak secara otomatis lebih peka menyerap informasi negatif.

Baca Juga

  • Angga Dwimas Sasongko Dorong Insentif Pajak untuk Promosikan Film Nasional
  • Deretan Fakta Film Aku Harus Mati: Baliho Jadi Kontroversi, IDAI Ikut Bersuara
  • Sinopsis Aku Harus Mati, Film yang Sempat Jadi Kontroversi karena Iklan Baliho

"Pesan ini sangat berbahaya karena bisa memicu relapse atau serangan panik secara mendadak. Secara psikologis, manusia merespons ancaman melalui melawan, lari, diam, atau tunduk. Melihat pesan sekasar ini bisa langsung mengaktifkan amigdala dan memicu stres akut di tempat," tegasnya.

Menurutnya, ancaman ini menjadi lebih memprihatinkan jika baliho tersebut dilihat oleh anak-anak dan remaja, mengingat kemampuan regulasi emosi mereka yang belum matang, mereka cenderung menangkap pesan tersebut secara harfiah. Paparan seperti ini berisiko membentuk pola pikir negatif dan menormalisasi gagasan tentang kematian sebagai jalan keluar dari masalah.

Dia menyoroti garis tipis antara edukasi kesehatan mental dan sekadar mencari sensasi. Edukasi yang benar seharusnya memberikan konteks, solusi, dan harapan.

Sebaliknya, baliho tersebut dinilai murni mencari sensasi kejut tanpa memedulikan tanggung jawab moral.

Promosi isu mental yang provokatif tanpa mencantumkan pesan solusi atau nomor hotline bantuan berisiko tinggi memunculkan Werther effect, yakni fenomena psikologis di mana paparan tentang bunuh diri justru memicu perilaku sugesti pada orang lain.

"Mengingat kasus bunuh diri di Malang belakangan ini cukup tinggi, stimulus provokatif seperti ini bisa menjadi penguat risiko yang memperburuk kondisi psikologis masyarakat," ungkap May memperingatkan dampak fatal dari strategi promosi tersebut.

Sebagai solusi, dia mendorong industri kreatif untuk lebih bijak. Mengangkat isu kesehatan mental dalam karya film adalah hal yang sah, namun pendekatannya tidak boleh eksploitatif. Pembuat konten harus menerapkan prinsip tidak membahayakan, di mana bentuk promosi wajib dibingkai secara positif dan bertanggung jawab.

Melihat besarnya potensi dampak buruk ini, peran ahli dalam mengawasi izin reklame menjadi amat mendesak. Pemerintah daerah memegang kendali penuh untuk menyaring informasi di ruang publik demi keamanan bersama. Kolaborasi strategis dengan psikolog klinis sangat diperlukan untuk menilai tingkat risiko psikologis dari suatu desain iklan sebelum resmi ditayangkan.

"Peran pemerintah daerah sangat krusial dalam menyeleksi konten visual reklame. Pelibatan pakar psikologi kini begitu mendesak agar ruang publik kita tetap aman dan ramah mental bagi siapa saja," ucapnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Plastik Ditemukan dalam Darah dan Sperma Manusia di Jawa Timur
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Banjir Kembali Rendam Ratusan Rumah di Dayeuhkolot, Akses Jalan Terputus
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ramalan Keuangan Shio 14 April 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
InJourney Buktikan Kualitas, The Meru Sanur Raih Penghargaan Best New Hotel Indonesia 2026
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Hasil MPL ID S17 Week 3: Alter Ego Kalahkan RRQ 2-1, Lanjutkan Tren Positif
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.