Dilaporkan Hilang, Nelayan Maluku Tengah Terombang-ambing hingga ke Raja Ampat

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Seorang nelayan asal Dusun Administrasi Parigi, Desa Wahai di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, yang dilaporkan hilang kontak sejak beberapa hari lalu, berhasil ditemukan dalam kondisi lemas di sekitar Perairan Desa Yelu (Pulau Misol), Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Maluku Muhamad Arafah menjelaskan, nelayan bernama Roni Fatubun (40) ini awalnya ditemukan dan diselamatkan masyarakat sekitar Perairan Desa Yelu.

Baca Juga :
Kadin Indonesia Beberkan Potensi Ekonomi Papua, Tak Hanya pada Emas dan Tembaga
Langkah Besar Persipura Resmikan Fasilitas Terpadu untuk Masa Depan Papua

"Ditemukan bersama perahu panjang (longboat) miliknya pada Sabtu, 11 April 2026 sekitar pukul 18.00 WIT," kata Arafah pada Minggu malam, 12 April 2026.

Roni Fatubun (40), nelayan
Photo :
  • Antara

Setelah ditemukan masyarakat, korban selanjutnya diserahkan ke Pos Patroli Laut TNI AL Pulau Misol guna mendapatkan perawatan.

"Upaya pencarian korban pada hari kedua oleh Tim SAR Gabungan kembali dilanjutkan. Sejak pukul 07.00 WIT Tim SAR Gabungan dikerahkan menggunakan RIB menuju sejumlah titik koordinat guna melaksanakan pencarian," ujarnya.

Berselang satu jam kemudian, tim SAR Gabungan mendapat informasi dari Kapolsek Wahai (Pulau Seram) Kabupaten Maluku Tengah, melaporkan korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di sekitar Perairan Pulau Misol. Korban ementara mendapatkan perawatan di Pos Patroli Laut TNI AL Pulau Misol.

Setelah Tim menerima informasi tersebut, dilakukan koordinasi bersama pihak keluarga yang sedari beberapa hari lalu turut melakukan pencarian di sekitar Perairan Pulau Misol.

"Alhamdulillah kini pihak keluarga sudah tiba di Pos Patroli TNI AL untuk menjemput korban kembali ke Dusun Parigi," ujarnya.

Setelah melakukan beberapa jam perjalanan kembali ke Pulau Seram, korban bersama pihak keluarga kini sudah tiba dengan selamat pada pukul 17.00 WIT di Dusun Parigi.

Awalnya informasi kondisi membahayakan jiwa manusia itu diterima Unit Siaga SAR Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur pada Sabtu, 11 April 2026 sekitar pukul 13.20 WIT dari Kapolsek Wahai.

Dalam keterangan dilaporkan, korban bertolak dari Pulau Misol menuju Kabupaten SBT tanggal 9 April sekitar pukul 15.00 WIT dan diperkirakan tiba di SBT pada tanggal 10 April namun naas korban diketahui belum jua tiba pada tempat tujuan.

Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi diantaranya, Basarnas, Polairud, TNI AL, dan masyarakat. (Ant).

Baca Juga :
Cerita Evakuasi Nelayan Kritis di Banyuasin Berkat Respons Cepat Call Center 110
Peringati Hari Nelayan, Ibas Yudhoyono: Ekonomi Biru jadi Kekuatan Sistem Pangan Nasional
Kemenag Jadikan Momen Kebangkitan Kristus Pererat Persatuan di Papua

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Angin Kencang di Mojokerto: Reklame Roboh, Pohon Tumbang, Atap Indekos Rusak
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Uji Coba Kok Sintetis Dimulai BWF di Turnamen Level Bawah
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Nelayan Maluku Tengah Ditemukan Selamat Usai Hilang Kontak di Perairan Raja Ampat
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Putin dan Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Moskow Bahas Kemitraan Strategis
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Sorotan DPR RI terhadap Gagasan War Tiket Haji: Ancaman Ketidakadilan dan Risiko Keuangan
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.