Trump Tantrum, Perintahkan Angkatan Laut AS Blokir Selat Hormuz

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Washington: Setelah negosiasi berakhir kegagalan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu 12 April 2026 memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokir Selat Hormuz.

Hal ini dipicu kemarahan Trump dengan penolakan Iran untuk menyerahkan ambisi nuklirnya setelah pembicaraan damai di Islamabad gagal tanpa kesepakatan.

Komando Pusat AS mengatakan akan mulai menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada Senin pukul 10.00 pagi waktu setempat, setelah Presiden Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz.

Baca Juga :

Iran Tegaskan Tetap Kuasai Selat Hormuz usai Perundingan dengan AS di Pakistan
"Blokade akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman. Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran," tulis CENTCOM dalam sebuah pernyataan di media sosial, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin 13 April 2026.

“Informasi tambahan akan diberikan kepada pelaut komersial melalui pemberitahuan resmi sebelum blokade dimulai,” tambah CENTCOM.

Sebagai tanggapan, Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa mereka mengendalikan sepenuhnya lalu lintas di jalur air strategis tersebut dan akan menjebak musuh mana pun yang mencoba menantangnya "dalam pusaran maut di Selat jika mereka melakukan kesalahan".

Dalam deklarasi panjang di platform media sosialnya, Trump mengatakan bahwa tujuan akhirnya adalah membersihkan selat dari ranjau dan membukanya kembali untuk semua pelayaran, tetapi sementara itu, Iran tidak boleh dibiarkan mengambil keuntungan dari kendalinya atas jalur air tersebut.

"Mulai sekarang juga, angkatan laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," kata Trump di platform Truth Social miliknya.

"Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan diledakkan sampai ke neraka!"

Iran sendiri telah membatasi lalu lintas melalui selat tersebut -,jalur utama untuk pengiriman minyak, gas, dan pupuk dari Teluk ke pasar dunia,- sementara mengizinkan kapal-kapal yang dianggap bekerja untuk negara-negara sahabat, seperti Tiongkok, untuk lewat.

Ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa Teheran berencana untuk mengenakan biaya tol.

"Ini adalah pemerasan dunia," kata Trump.

"Saya juga telah menginstruksikan angkatan laut kita untuk mencari dan mencegat setiap kapal di Perairan Internasional yang telah membayar tol kepada Iran. Tidak seorang pun yang membayar tol ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Kita juga akan mulai menghancurkan ranjau yang ditanam Iran di selat tersebut,” pungkas Trump.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ANTARA Menanam di Kubu Raya wujudkan kelestarian lingkungan
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Grace Natalie: Banyak Kader Partai Lain akan Bergabung ke PSI
• 23 jam lalukompas.com
thumb
WFH ASN Kota Kediri Mulai 17 April, 40 Persen Kerja dari Rumah, Siap Disidak dan Wajib Absen 3 Kali
• 4 menit lalurealita.co
thumb
Taufik Hidayat Sebut Antusiasme Basket Meningkat di IBL All-Star 2026
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Kemensos Kaji Penebalan Bansos 2026 untuk Jaga Daya Beli, Cair Pekan Ketiga April
• 2 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.