Harga Emas Tertekan di Awal Pekan, Konflik AS-Iran Masih Jadi Penentu Arah

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia mengalami volatilitas tinggi pada awal pekan ini seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah gagalnya negosiasi antara AS dan Iran.

Harga Emas Tertekan di Awal Pekan, Konflik AS-Iran Masih Jadi Penentu Arah. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga emas dunia mengalami volatilitas tinggi pada awal pekan ini seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah gagalnya negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta fokus pasar pada data inflasi dan ekonomi global.

Harga emas spot turun 1,9 persen menjadi USD4.658,65 per troy ons pada Senin (13/4/2026) pagi, pukul 05.56 WIB.

Baca Juga:
Trump Perintahkan Blokade Total Selat Hormuz, Tak Ada Kapal yang Boleh Lewat

Pelaku pasar menilai runtuhnya perundingan kedua negara menjaga sentimen tetap rapuh.

Selain perkembangan di kawasan Timur Tengah, investor juga mencermati rilis data inflasi produsen AS atau Producer Price Index (PPI), pergerakan harga minyak mentah, serta pidato pejabat Federal Reserve (The Fed) sebagai penentu arah harga logam mulia.

Baca Juga:
Prabowo Berangkat ke Rusia Temui Putin, Bahas Geopolitik dan Energi

Kegagalan pembicaraan panjang selama hampir 21 jam memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan, terutama di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20 persen pasokan energi global.

Ketidakpastian ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak sekaligus meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas.

Baca Juga:
Harga Minyak Memanas Lagi usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Situasi semakin memanas setelah AS Presiden Donald Trump menyatakan, dikutip Reuters, Minggu (12/4/2026), Angkatan Laut AS akan segera memulai blokade di Selat Hormuz.

Langkah ini dinilai meningkatkan risiko eskalasi konflik dan memperbesar volatilitas di pasar keuangan global.

Di sisi lain, survei Kitco News menunjukkan prospek harga emas masih cenderung positif.

Dari 14 analis yang disurvei, sebanyak 50 persen memperkirakan harga emas naik dalam sepekan ke depan, sementara 36 persen melihat pergerakan yang berimbang dan 14 persen memproyeksikan penurunan.

Sentimen serupa juga tercermin di kalangan investor ritel. Dari 51 responden, sekitar 63 persen memperkirakan harga emas menguat, sementara sebagian kecil memprediksi pelemahan atau pergerakan mendatar.

Pekan ini relatif minim data ekonomi, namun sejumlah indikator tetap menjadi perhatian pasar.

Selain data penjualan rumah AS, fokus utama tertuju pada rilis PPI bulan Maret, serta sejumlah survei manufaktur regional dan klaim pengangguran mingguan.

Pelaku pasar juga akan mencermati apakah inflasi produsen mengikuti tren kenaikan inflasi konsumen sebelumnya.

Jika tekanan inflasi berlanjut, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed dapat berubah, yang pada akhirnya turut memengaruhi pergerakan harga emas global. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jusuf Kalla Dilaporkan Buntut Cermaah Soal Mati Syahid saat Khutbah di UGM
• 40 menit laludisway.id
thumb
Pramono: Tindak Ada Kompromi untuk Aksi Premanisme
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polri Cegah 1.243 Calon Haji Ilegal Sepanjang 2025
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Ketua DPR Iran: AS Gagal Raih Kepercayaan dalam Negosiasi
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Diproyeksi Tembus 7.600 Awal Pekan, Analis Bocorkan 5 Saham Potensial Cuan
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.