Harga emas dunia mengalami volatilitas tinggi pada awal pekan ini seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah gagalnya negosiasi antara AS dan Iran.
IDXChannel – Harga emas dunia mengalami volatilitas tinggi pada awal pekan ini seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah gagalnya negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta fokus pasar pada data inflasi dan ekonomi global.
Harga emas spot turun 1,9 persen menjadi USD4.658,65 per troy ons pada Senin (13/4/2026) pagi, pukul 05.56 WIB.
Pelaku pasar menilai runtuhnya perundingan kedua negara menjaga sentimen tetap rapuh.
Selain perkembangan di kawasan Timur Tengah, investor juga mencermati rilis data inflasi produsen AS atau Producer Price Index (PPI), pergerakan harga minyak mentah, serta pidato pejabat Federal Reserve (The Fed) sebagai penentu arah harga logam mulia.
Kegagalan pembicaraan panjang selama hampir 21 jam memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan, terutama di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20 persen pasokan energi global.
Ketidakpastian ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak sekaligus meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas.
Situasi semakin memanas setelah AS Presiden Donald Trump menyatakan, dikutip Reuters, Minggu (12/4/2026), Angkatan Laut AS akan segera memulai blokade di Selat Hormuz.
Langkah ini dinilai meningkatkan risiko eskalasi konflik dan memperbesar volatilitas di pasar keuangan global.
Di sisi lain, survei Kitco News menunjukkan prospek harga emas masih cenderung positif.
Dari 14 analis yang disurvei, sebanyak 50 persen memperkirakan harga emas naik dalam sepekan ke depan, sementara 36 persen melihat pergerakan yang berimbang dan 14 persen memproyeksikan penurunan.
Sentimen serupa juga tercermin di kalangan investor ritel. Dari 51 responden, sekitar 63 persen memperkirakan harga emas menguat, sementara sebagian kecil memprediksi pelemahan atau pergerakan mendatar.
Pekan ini relatif minim data ekonomi, namun sejumlah indikator tetap menjadi perhatian pasar.
Selain data penjualan rumah AS, fokus utama tertuju pada rilis PPI bulan Maret, serta sejumlah survei manufaktur regional dan klaim pengangguran mingguan.
Pelaku pasar juga akan mencermati apakah inflasi produsen mengikuti tren kenaikan inflasi konsumen sebelumnya.
Jika tekanan inflasi berlanjut, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed dapat berubah, yang pada akhirnya turut memengaruhi pergerakan harga emas global. (Aldo Fernando)





