Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Amerika Serikat (AS) gagal mendapatkan kepercayaan Teheran dalam perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada Minggu (12/4).
Hal itu disampaikan Ghalibaf dalam sebuah utas di akun X miliknya usai delegasi Iran dan AS dilaporkan telah meninggalkan Pakistan karena buntunya negosiasi.
Ia menegaskan delegasi Iran yang ia gawangi bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi sudah membawa sejumlah inisiatif konstruktif, namun tidak direspons dengan cukup untuk membangun kepercayaan.
Ghalibaf, yang juga menjadi bagian dari tim negosiasi, mengatakan pihaknya telah mengajukan pendekatan yang berorientasi ke depan selama pembicaraan berlangsung.
"Rekan-rekan saya di delegasi Iran mengajukan inisiatif konstruktif, namun pada akhirnya pihak lain tidak mampu mendapatkan kepercayaan delegasi Iran dalam putaran negosiasi ini," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kini keputusan ada di tangan Washington untuk membuktikan itikadnya.
"AS telah memahami logika dan prinsip Iran, sekarang saatnya mereka memutuskan apakah bisa mendapatkan kepercayaan kami atau tidak," katanya.
Ghalibaf juga menyampaikan apresiasi kepada Pakistan yang memfasilitasi perundingan tersebut.
"Saya juga berterima kasih atas upaya negara sahabat dan saudara kami, Pakistan, dalam memfasilitasi proses negosiasi ini, dan saya menyampaikan salam kepada rakyat Pakistan," ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan kembali kebuntuan negosiasi antara kedua negara, setelah sebelumnya pembicaraan tingkat tinggi di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.





