REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PSSI Erick Thohir membuka peluang perubahan format untuk Piala Presiden 2026. Turnamen pramusim itu disebut masih dalam tahap penggodokan, termasuk kemungkinan menghadirkan konsep baru.
Ia menegaskan, perubahan format tidak hanya soal teknis pertandingan. PSSI juga ingin memperluas keterlibatan pemerintah daerah agar geliat sepak bola semakin merata.
Baca Juga
Cedera di Piala Presiden, Ole Romeny Terancam tak Bisa Perkuat Timnas Indonesia pada September
Piala Presiden 2026 Tanpa Klub Super League dan Championship
Piala Presiden 2026 Berpotensi Gunakan Format Baru
Piala Presiden 2026 dilaporkan akan fokus pada pembinaan dari level bawah. Turnamen ini direncanakan akan diikuti oleh hampir 64 klub perwakilan daerah, yang merupakan juara dari Liga Nusantara (Liga 3) dan Liga 4.
Format baru ini bertujuan agar Piala Presiden menjadi ajang bagi klub-klub level kota dan provinsi untuk unjuk gigi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Erick, peran gubernur dan bupati penting dalam menjaga ekosistem sepak bola tetap hidup. Karena itu, format baru diharapkan mampu membuka ruang kontribusi yang lebih luas.
“Untuk Piala Presiden kedelapan ini sedang kita godok lagi,” ujar Erick kepada wartawan usai penutupan Piala Presiden 2025 di Jakarta, Ahad (13/4/2026).
Selama ini, Piala Presiden diikuti enam hingga 20 klub. Pesertanya berasal dari Liga 1, Liga 2, hingga klub luar negeri pada edisi terakhir.
Format yang digunakan relatif sederhana. Semua tim memulai dari fase grup, lalu juara dan runner-up melaju ke fase gugur hingga final.