FAJAR, TORAJA UTARA — Proyek-proyek pembangunan di Toraja kembali menuai sorotan. Salah satunya adalah penataan Lapangan Bakti Rantepao yang belum lama selesai dikerjakan.
Insiden terjadi pada Sabtu malam, 11 April. Saat itu, hujan mengguyur wilayah Toraja tanpa disertai angin kencang seperti yang terjadi sebelumnya. Namun, secara tiba-tiba atap Lapangan Bakti roboh.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, menegaskan bahwa perbaikan harus segera diselesaikan sebelum pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang rutin digelar setiap tanggal 17.
“Saya sudah sampaikan kepada penyedia, meskipun masih dalam masa pemeliharaan, perbaikannya harus selesai sebelum upacara HKN,” ujarnya, Senin, 13 April.
Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan konsultan perencana terkait kondisi struktur bangunan tersebut. Dari hasil komunikasi itu, struktur kantilever dinilai telah sesuai perhitungan teknis.
“Konsultan perencana menyampaikan bahwa struktur kantilever sudah sesuai hitungan dan disimulasikan dengan aplikasi SAP. Sebelumnya memang ada cuaca ekstrem yang menyebabkan sling putus. Saat akan diperbaiki pada Sabtu, kembali terkendala hujan,” tuturnya.
Meski begitu, pemerintah daerah tetap meminta adanya penguatan tambahan pada struktur bangunan guna mengantisipasi risiko ke depan.
“Kami meminta agar ditambahkan kolom support di beberapa bagian untuk mengantisipasi beban kejut atau tambahan,” jelasnya.
Diketahui, proyek penataan Lapangan Bakti Rantepao ini dikerjakan oleh CV Karya Maseroh Abadi dengan pengawasan CV Resopa Dewata Konsultan. Nilai proyek mencapai Rp1,82 miliar yang bersumber dari APBD 2025 melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Toraja Utara.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian ini menjadi perhatian serius, terutama terhadap proyek-proyek yang baru beberapa bulan rampung dikerjakan. (edy)





