NASA langsung mengalihkan fokus ke misi berikutnya, Artemis III, setelah keberhasilan Artemis II yang krunya baru saja kembali ke Bumi. Empat astronaut misi tersebut mendarat dengan selamat di lepas pantai San Diego, California, AS, pada 10 April waktu setempat, atau 11 April 2026 jam 07.07 waktu Indonesia Barat (WIB).
Misi Artemis II menjadi fondasi penting bagi program Artemis yang bertujuan membawa manusia kembali ke Bulan dan membangun kehadiran jangka panjang di sana. Langkah berikutnya adalah Artemis III.
Berbeda dari rencana awal, misi Artemis III tidak langsung mendarat di Bulan. NASA mengubah strategi dengan menjadikan Artemis III sebagai uji coba wahana antariksa Orion di orbit Bumi.
Fokus utama misi ini adalah menguji kemampuan pesawat Orion melakukan merapat atau menyambung dengan kendaraan pendarat Bulan. Dua kandidat utama yang disiapkan untuk menjadi HLS (Human Landing System), yakni Starship milik SpaceX dan Blue Moon lander milik Blue Origin.
"Ada banyak hal yang, berdasarkan informasi yang kami miliki saat ini, serta masukan dari para vendor kami, kami ketahui dapat dicapai. Dan saya pikir salah satu pertanyaan yang mungkin akan muncul adalah, seperti apa orbit awal untuk Artemis III nantinya," ujar Administrator NASA, Jared Isaacman, mengutip Spacecom.
"Ada kelebihan dan kekurangan untuk masing-masing opsi. Kami semua akan bisa mendapatkan gambaran tentang jalur mana yang kemungkinan akan dipilih berdasarkan frekuensi peluncuran dari dua penyedia HLS kami."
NASA menargetkan peluncuran Artemis III pada pertengahan 2027. Jika pengujian berjalan sesuai rencana, misi Artemis IV akan menjadi momen kunci.
Artemis IV menjadi misi membawa astronaut mendarat di kutub selatan Bulan, yang dijadwalkan pada akhir 2028. Wilayah itu dipilih karena potensi keberadaan es air yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan dan bahan bakar di masa depan.
Program Artemis tidak berhenti pada satu pendaratan. NASA menargetkan serangkaian misi berawak berkelanjutan untuk membangun pangkalan di Bulan sebelum 2032. Astronaut akan tinggal dan bekerja dalam jangka panjang untuk menguji teknologi dan sistem yang dibutuhkan untuk misi ke Mars.
Namun, sejumlah tantangan teknis masih harus diselesaikan.
Kendaraan pendarat Bulan masih dalam tahap pengembangan. Starship memang telah menjalani beberapa uji terbang, tetapi belum mencapai orbit atau melakukan pengisian bahan bakar di luar angkasa. Sementara itu, Blue Moon belum pernah terbang sama sekali.
Selain itu, wahana Orion juga masih membutuhkan penyempurnaan. Pada Artemis II, sistem propulsi mengalami kebocoran helium yang mendorong perlunya desain ulang komponen katup. Sistem toilet juga sempat mengalami gangguan selama misi berlangsung.
Meski begitu, progres pengembangan tetap berjalan. Beberapa komponen roket Space Launch System (SLS) untuk Artemis III sudah berada di lokasi peluncuran, Kennedy Space Center, sementara bagian lainnya sedang dikirim dari fasilitas produksi.
Pejabat NASA juga menyatakan diskusi desain misi Artemis III sudah dimulai, termasuk penentuan orbit awal yang akan digunakan, antara orbit rendah Bumi atau orbit tinggi.
Identitas kru Artemis III diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat.





