Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menilai jika mahasiswa memiliki peran dalam pembangunan bangsa kembali ditegaskan sebagai elemen strategis, terutama dalam mengawal demokrasi, keadilan sosial, hingga pembangunan daerah. Hal ini, diungkapkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaitek) Fauzan, saat menghadiri Kongres ke-V BEM Banten Bersatu yang mengangkat tema ‘Pendidikan Berdampak untuk Indonesia Maju’ di UPI Kampus Serang.
Tak hanya itu, ia juga menuturkan jika mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat, seiring transformasi pendidikan tinggi yang terus berjalan.
“Forum seperti ini sangat strategis dalam berorganisasi. Bukan sekadar ritual, tetapi memiliki makna konsolidasi yang sangat besar bagi lahirnya pemimpin masa depan,” tegas Wamen Fauzan kutip Senin, 13 April 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan jika forum mahasiswa seperti kongres menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi, melatih kepemimpinan, serta meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Di sisi lain, tantangan pendidikan tinggi di Indonesia masih cukup besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi baru mencapai 32,89 persen, masih tertinggal dibandingkan negara lain di Asia seperti Singapura yang telah mencapai 91,09 persen.
“Di Provinsi Banten dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan talenta muda. Dengan sekitar 1,6 juta mahasiswa, didukung 12 perguruan tinggi negeri serta ratusan perguruan tinggi swasta, wilayah ini menjadi salah satu kekuatan penting dalam pengembangan sumber daya manusia,” ungkapnya
Namun demikian, angka pengangguran terbuka di Banten pada 2025 tercatat 6,63 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 4,74 persen. Kondisi ini menunjukkan masih adanya tantangan dalam aspek kualitas lulusan, relevansi kompetensi, serta kesiapan menghadapi dinamika global.
Wamen Fauzan kemudian menekankan pentingnya perubahan pola pikir mahasiswa, terutama dalam menghadapi momentum bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncak pada 2030.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan siap menghadapi realitas dunia kerja.
“Kebijakan Diktisaintek Berdampak yang digagas Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto juga menjadi landasan penting dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi,” kata dia
“Melalui kebijakan ini, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif serta mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” terusnya
Dikesempatan yang sama, Direktur UPI Kampus Serang, Supriadi menekankan pentingnya peran kampus dalam membina mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.
“Saya berharap mahasiswa di sini dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik dan tumbuh menjadi pribadi yang sukses,” kata Supriadi.
Sementara itu, Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto, menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam menjembatani aspirasi masyarakat, khususnya di daerah.
“Sebagai aliansi BEM, kita harus mampu membawa gagasan dan solusi, termasuk memastikan persoalan di masyarakat, seperti di pelosok desa, dapat tersampaikan kepada pemerintah daerah maupun pusat,” ujar Bagas.
Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus melampaui sekadar wacana dan mampu menjadi kekuatan nyata dalam mendorong pembangunan daerah melalui pendidikan yang berdampak.
Melalui forum ini, Kemdiktisaintek juga mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam berbagai program, seperti Program Kreativitas Mahasiswa, Mahasiswa Berdampak, Program Penguatan Kapasitas Ormawa, hingga pengabdian berbasis riset.
Editor: Redaksi TVRINews





