AS Blokade Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Washington DC

Ketegangan Meningkat, Militer Amerika Serikat Tutup Akses Maritim Teheran Setelah Perundingan Nuklir Menemui Jalan Buntu

Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru yang krusial. Militer Amerika Serikat mengumumkan rencana pemberlakuan blokade terhadap Pelabuhan pelabuhan Iran yang dijadwalkan dimulai hari ini  Senin 13 April 2026 pukul 10.00 ET (14.00 GMT).

Menyusul pernyataan tegas dari Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social, yang menginstruksikan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menghentikan seluruh kapal yang mencoba masuk atau keluar dari wilayah pelabuhan Iran. 

Meski demikian, pihak Washington menegaskan bahwa blokade ini tidak akan menghalangi kapal-kapal yang transit melalui Selat Hormuz menuju atau dari negara-negara lain.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari pasar global. Harga minyak dunia kembali merangkak naik hingga melampaui angka 100 dolar AS per barel sebagai dampak dari kekhawatiran gangguan pasokan energi internasional.

Respon Teheran dan Ancaman Militer

Menanggapi rencana tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan peringatan keras. 

Teheran menegaskan bahwa setiap kapal militer yang mendekati jalur pelayaran mereka akan menghadapi tindakan tegas. 

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan dengan diplomatis namun lugas bahwa negaranya tidak akan menyerah di bawah tekanan ancaman militer.

"Kami tidak akan menyerah dalam situasi yang penuh ancaman ini," ujar Ghalibaf dalam keterangan resminya, merespons langkah sepihak yang diambil oleh Gedung Putih.

Diplomasi yang Kandas

Blokade ini merupakan buntut dari kegagalan negosiasi langsung antara kedua negara yang sempat berlangsung di Pakistan. 

Presiden Trump menyebutkan bahwa dialog tersebut menemui jalan buntu karena Iran dinilai enggan melepaskan ambisi nuklirnya.

Di sisi lain, pihak Iran memberikan pembelaan bahwa kesepakatan sebenarnya sudah sangat dekat untuk dicapai. 

Namun, Teheran menuding Amerika Serikat menerapkan sikap "maksimalisme" dan kerap mengubah parameter kesepakatan di saat-saat terakhir (shifting goalposts), sehingga menghambat terciptanya solusi damai.

Kebijakan blokade ini diprediksi akan menghadirkan tantangan geopolitik yang kompleks bagi diplomasi Amerika Serikat di kancah internasional, sekaligus menguji stabilitas keamanan di jalur maritim tersibuk di dunia.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kartu Merah Patricio Matricardi Bikin Persib Bandung Tertatih Kalahkan Bali United
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
PPP Sumut Bersatu, Muskerwil Jadi Awal Konsolidasi Menuju Kejayaan 2029
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Perundingan AS–Iran Buntu, Analis Soroti Risiko Disrupsi Energi dan Pangan Global
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Mau Kecolongan Seperti Riza Chalid, Kejagung Pantau Ketat Samin Tan
• 19 jam laludisway.id
thumb
Wamenekraf yakini teater musikal siap jangkau pasar lebih luas
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.