Selat Hormuz Makin Panas, Amerika Serikat Blokade Pelabuhan Iran

wartaekonomi.co.id
2 hari lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat kembali mematik ketegangan dalam konfliknya dengan Iran. Washington kali ini menegaskan akan melakukan blokade kepada setiap kapal yang datang maupun akan berlabuh dalam pelabuhan dari Teheran.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau U.S. Central Command (CENTCOM) mengumumkan akan mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan terkait mulai 13 April.

Baca Juga: Intelijen Amerika Serikat: China Akan Kirim Sistem Pertahanan Udara Baru ke Iran

CENTCOM menegaskan bahwa blokade akan diberlakukan secara menyeluruh dan tanpa pengecualian terhadap kapal dari semua negara. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah lanjutan dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Washington melalu blokade ini akan melarang aktivitas keluar-masuk untuk kapal-kapal yang akan berlayar maupun bersandar dalam pelabuhan yang dimiliki oleh Iran. Namun, pihaknya juga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

"Blokade akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir, termasuk semua pelabuhan dari Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," ungkap Amerika Serikat.

Kapal yang hanya melintas menuju pelabuhan bukan milik negara tersebut tetap diizinkan beroperasi seperti biasa. Amerika Serikat juga menyatakan informasi tambahan akan disampaikan kepada pelaku industri maritim melalui pemberitahuan resmi sebelum blokade diberlakukan.

"Amerika Serikat tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal tanker yang melintasi wilayah dari Selat Hormuz. Selama mereka menuju atau dari Pelabuhan Non-Iran," tegas CENTCOM.

Menurut Washington, langkah ini bertujuan untuk memastikan adanya kejelasan operasional bagi kapal komersial, menghindari kesalahpahaman dalam lapangan dan menjaga keselamatan pelayaran dalam wilayah dari Timur Tengah.

Blokade terhadap pelabuhan ini berpotensi berdampak pada perdagangan energi regional, distribusi minyak dan gas hingga stabilitas pasar global. Iran diketahui merupakan salah satu pemain penting dalam pasokan energi di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini berpotensi meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Hal ini terutama di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, blokade dapat memicu respons balasan dan memperluas konflik di Timur Tengah.

Sebelumnya, Amerika Serikat melaporkan tengah melakukan persiapan untuk melakukan operasi pembersihan ranjau laut dalam jalur pelayaran dari Selat Hormuz. Hal ini menyusul negosiasi yang tengah berlansung dengan Iran di Pakistan.

Komandan U.S. Central Command, Brad Cooper mengatakan bahwa pihaknya mulai melakukan persiapan untuk operasi pembersihan ranjau laut dalam wilayah tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengamankan kembali jalur pelayaran global yang sempat terganggu akibat konflik dengan Iran.

Cooper menyatakan bahwa operasi ini bertujuan membuka kembali jalur pelayaran yang aman untuk kembali menormalisasi jalur pelayaran tanker minyak global.

“Kami mulai membangun jalur baru yang aman dan akan segera membagikannya kepada industri maritim untuk mendukung kelancaran perdagangan," ungkap Cooper.

Baca Juga: Paus Leo Serukan Akhiri 'Kegilaan' Operasi Amerika Serikat di Iran

Operasi ini melibatkan dua kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat. USS Frank E. Peterson (DDG 121) dan USS Michael Murphy (DDG 112) dikerahkan dan dilaporkan telah melintasi wilayah dari Selat Hormuz.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhut Sebut Potensi Karbon Indonesia Capai 13,4 Miliar Ton, Jadi Peluang Ekonomi Hijau
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Demo, Kader NasDem Jember Ramai Sikapi Sampul Majalah Tempo
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Kemdiktisaintek Gandeng University of Sydney untuk Perkuat Pendidikan Tinggi dan Riset Indonesia
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Layanan Mekkah Route untuk Jemaah Haji Diperluas, Kini Ada di Empat Bandara
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Diego Simeone Sebut Barcelona Sudah “Loyo” di Babak Kedua, Hansi Flick: Begitulah Sepak Bola
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.