Kemdiktisaintek Gandeng University of Sydney untuk Perkuat Pendidikan Tinggi dan Riset Indonesia

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjalin kerja sama strategis dengan University of Sydney, Australia, guna memperkuat pengembangan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco bersama Vice-Chancellor and President University of Sydney Mark Scott di Jakarta, Selasa (14/4).

Badri menegaskan kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi yang berdampak pada sektor strategis nasional.

"Australia merupakan mitra penting dalam pengembangan masa depan Indonesia, khususnya dalam pendidikan tinggi, sains, dan teknologi," ungkapnya.

Dorong Beasiswa dan Penguatan Talenta STEM

Melalui kerja sama ini, mahasiswa Indonesia berpeluang menempuh pendidikan sarjana hingga pascasarjana di University of Sydney dengan skema pembiayaan bersama.

Program ini juga terintegrasi dengan Beasiswa Garuda yang berfokus pada pengembangan talenta unggul di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Badri menjelaskan kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung sektor prioritas seperti ketahanan pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan artifisial, hingga hilirisasi industri.

"Kemdiktisaintek juga terus mendorong integrasi program ini dengan inisiatif Sekolah Unggul Garuda sebagai bagian dari strategi jangka panjang," ujarnya.

Perkuat Kolaborasi Riset Indonesia-Australia

Mark Scott menyatakan kerja sama ini memperkuat hubungan panjang Indonesia dan Australia yang telah terjalin lebih dari 75 tahun.

Ia menilai kemitraan tersebut membuka peluang lebih luas dalam bidang pendidikan dan riset, seiring meningkatnya minat mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Australia.

"Dengan keunggulan yang telah terbangun dalam pendidikan dan riset di bidang-bidang tersebut, kami berada pada posisi yang tepat untuk mendukung mahasiswa agar kembali ke Tanah Air dengan keterampilan yang mendorong kepentingan nasional Indonesia," ucapnya.

Kerja sama ini akan berlangsung hingga 1 Oktober 2029 dan diharapkan mampu meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia di perguruan tinggi kelas dunia sekaligus memperkuat jejaring riset kedua negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jubir KPK Tidak Masalah Dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Faizal Assegaf
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perempuan dan Disabilitas dalam Gaungan Ruang Aman?
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Konflik Iran vs AS-Israel Dinilai Percepat Perubahan Tatanan Dunia Global
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Aliansi BEM Demo di Gedung DPR Hari Ini, Waspada Titik Potensi Macet
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Akankah Presidential Threshold 0 Persen Picu Banjir Capres?
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.