Saat Menjelang Perundingan Damai, Konflik Internal Iran Memanas, Garda Revolusi Diduga Coba Rebut Kekuasaan

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran sudah digelar. Presiden AS Donald Trump kembali memperingatkan bahwa pasukan AS yang ditempatkan di sekitar Iran sedang memuat ulang persenjataan dan siap menghadapi kemungkinan gagalnya perundingan. Sementara itu, di pihak Iran, konflik internal semakin memanas. Ada laporan bahwa Garda Revolusi Islam (IRGC) sangat tidak puas dengan tim negosiasi yang dibentuk oleh pemerintah di Teheran.

Trump menyampaikan peringatan keras bahwa kapal perang AS telah memuat ulang senjata. Jika perundingan damai di Pakistan gagal, maka serangan terhadap Iran akan kembali dilanjutkan.

Sebelumnya, Komando Pusat AS juga merilis sejumlah foto yang menunjukkan jet tempur F-35 “Lightning II” milik Korps Marinir lepas landas dari kapal serbu amfibi USS Tripoli. Mereka juga menegaskan bahwa kapal tersebut berada di wilayah tanggung jawab tempur.

Menjelang perundingan, muncul perbedaan pendapat di kalangan elit Iran mengenai komposisi tim negosiasi. Media “Iran International” mengutip sumber yang menyebut bahwa Komandan Garda Revolusi, Ahmad Vahidi, berupaya melemahkan kekuasaan Menteri Luar Negeri Araghchi dan Ketua Parlemen Ghalibaf, serta menuntut agar Sekretaris Dewan Keamanan Nasional, Mohammad Bagher Zolghadr, dimasukkan ke dalam tim perunding.

Namun, tim negosiasi menolak permintaan tersebut dengan alasan bahwa Zolghadr baru menjabat, kurang berpengalaman, dan belum cukup senior.

Laporan juga menyebut bahwa Garda Revolusi bersikeras menolak agar program rudal Iran dimasukkan dalam agenda perundingan.

Sebelumnya, pihak Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan melanjutkan perundingan damai dengan AS kecuali aset Iran yang dibekukan dicairkan, dan Lebanon mencapai gencatan senjata.

Berdasarkan pernyataan Ghalibaf, ia mengklaim bahwa kedua syarat tersebut sebelumnya telah disepakati dengan pihak AS, serta mengancam bahwa jika tidak dipenuhi, perundingan tidak akan dimulai.

Sementara itu, meskipun Israel dan Lebanon sedang berupaya merundingkan gencatan senjata, ketegangan justru terus meningkat.

Militer Israel sebelumnya menyatakan bahwa militan Hizbullah telah meluncurkan rudal ke wilayah Israel, memicu sirine peringatan serangan udara di berbagai daerah termasuk Tel Aviv. Namun, rudal-rudal tersebut berhasil dicegat tanpa menimbulkan kerusakan besar. Sebagai balasan, militer Israel melakukan serangan udara terhadap sekitar 10 lokasi peluncuran rudal pada malam yang sama.

Di saat yang sama, militer Israel juga menuduh Hizbullah terus melanggar hukum internasional dengan menggunakan fasilitas sipil seperti sekolah untuk kepentingan militer.

Sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat menyatakan bahwa operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan perjanjian gencatan senjata dua minggu. Menjelang perundingan damai Israel–Lebanon, The Wall Street Journal melaporkan bahwa pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, telah mengirim surat yang meminta pemerintah Lebanon untuk menghentikan “konsesi sepihak” kepada Israel.

 “Israel tidak akan pernah diam menghadapi siapa pun yang menyerang kami,” kata Netanyahu. 

Israel juga mengumumkan bahwa karena pemerintah Spanyol terus menentang operasi militer AS dan Israel, maka Israel tidak lagi mengizinkan Spanyol berpartisipasi dalam pusat koordinasi sipil-militer di Kiryat Gat.

Netanyahu menambahkan:  “Siapa pun yang menyerang negara Israel, bukan rezim teroris, tidak akan menjadi mitra kami dalam perkembangan masa depan kawasan ini.”

Dalam beberapa tahun terakhir, Spanyol berulang kali menentang operasi militer Israel di Gaza. Selama konflik dengan Iran, Spanyol juga melarang perdagangan senjata dengan Israel, menarik duta besarnya, serta menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer AS, yang semakin memperburuk hubungan diplomatik bilateral.

Dilaporkan oleh Wang Ziyi, jurnalis NTD di Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kalau Persoalan Ini Belum juga Beres, Media Korea Sebut Megawati Hangestri Tak akan Bisa Comeback ke V-League, Apa Itu?
• 14 menit lalutvonenews.com
thumb
AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan, Investor Antisipasi Dampaknya ke Pasar Keuangan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
PPPK & Honorer Satpol PP Desak Mendagri Terbitkan Surat Pengangkatan CPNS, Kemenkes Saja Bisa
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Piala AFF Futsal 2026: Thailand Dominan, Indonesia Takluk di Final
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Rekrutmen KAI Group 2026, Lowongan Kerja Dibuka di Job Fair UNDIP, Ini Persyaratannya
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.