Tegaskan Kendali Selat Hormuz, Iran Respons Tegas Wacana Blokade Amerika Serikat

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran mengecam manuver terbaru soal blokade terhadapnya yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Pihaknya juga menegaskan bahwa hal tersebut bisa mengancam kelangsungan gencatan senjata selama dua minggu dari Washington dan Teheran.

Pasukan Garda Revolusi Iran memperingatkan kebijakan blokade hingga operasi militer dalam Selat Hormuz. Ia mengatakan bahwa setiap kapal militer yang mendekati wilayahnya akan dianggap melanggar gencatan senjata dua pekan dengan Amerika Serikat. 

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz, Amerika Serikat Akan Cegat Setiap Kapal Pembayar Tarif ke Iran

Iran menegaskan bahwa pelanggaran tersebut akan ditindak secara keras dan tegas. Selat Hormuz ditegaskannya berada di bawah kendali penuh dan manajemen angkatan laut dari Teheran. Pihaknya juga menegaskan jalur tersebut tetap dibuka untuk kapal non-militer dan pelayaran komersial selama mereka mengikuti aturan yang ditetapkan.

"Selat tersebut berada di bawah kendali dan 'manajemen cerdas' dari Iran. Selat tersebut terbuka untuk jalur aman bagi kapal non-militer sesuai dengan peraturan khusus," kata Garda Revolusi.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai memblokade wilayah dari Selat Hormuz. Hal tersebut menyusul kegagalan negosiasi untuk menghentikan konflik dari Washington dan Iran.

Trump juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan terhadap kapal mana pun yang membayar biaya atau “toll” kepada Iran. Ia menegaskan ketidaksukaannya terhadap rencana penerapan tarif terhadap kapal yang ingin melintasi jalur dari Selat Hormuz.

"Saya telah menginstruksikan pasukan untuk mencari dan mencegat setiap kapal yang telah membayar bea masuk kepada Iran. Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas," kata Trump.

Adapun Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau U.S. Central Command (CENTCOM) sendiri menegaskan bahwa blokade akan diberlakukan secara menyeluruh dan tanpa pengecualian terhadap kapal dari semua negara. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah lanjutan dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Washington melalu blokade ini akan melarang aktivitas keluar-masuk untuk kapal-kapal yang akan berlayar maupun bersandar dalam pelabuhan yang dimiliki oleh Iran. Namun, pihaknya juga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat juga mengumumkan bahwa pihaknya mulai melakukan persiapan untuk operasi pembersihan ranjau laut dalam wilayah dari Selat Hormuz.

Operasi tersebut melibatkan dua kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat. USS Frank E. Peterson (DDG 121) dan USS Michael Murphy (DDG 112) dikerahkan dan dilaporkan telah melintasi wilayah dari Selat Hormuz.

Baca Juga: Amerika Serikat Blokade Pelabuhan Iran, Harga Bitcoin Hari Ini (13/4) Turun Lagi

Dengan adanya ancaman langsung terhadap kapal militer, potensi konfrontasi di laut semakin tinggi. Jika Amerika Serikat atau sekutunya memasuki area yang diklaim, maka insiden militer bisa terjadi hingga negosiasi damai semakin sulit untuk dicapai oleh Washington dan Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% pada 2025, Aset Tumbuh Jadi Rp3,27 Triliun
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Gawat! Harga Minyak Dunia Tak Akan Pulih dalam 1 Tahun ke Depan seperti Sebelum Perang Iran-Israel
• 19 jam laludisway.id
thumb
Justin Hubner Kecam NAC Usai Permasalahkan Paspor Pemain Indonesia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika guru bahasa gagap menulis
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Dari TikTok LIVE ke Studio, Cece Caramel Rilis Album Perdana!
• 22 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.