HARIAN FAJAR, SURABAYA – Kabar mengejutkan datang dari markas Persebaya Surabaya terkait masa depan mesin gol sekaligus kapten mereka, Bruno Moreira. Di tengah persaingan ketat kompetisi musim ini, manajemen tim berjuluk Bajol Ijo tersebut justru dihadapkan pada situasi kontrak pemain yang bisa dibilang “agak laen”.
Persoalan ini mencuat setelah diketahui bahwa durasi kontrak pemain asal Brasil tersebut akan kedaluwarsa pada 30 April 2026. Padahal, jadwal resmi musim kompetisi Super League 2025/2026 baru akan benar-benar berakhir pada 23 Mei 2026.
Artinya, ada selisih waktu hampir satu bulan. Persebaya terancam kehilangan jasa sang pemain kunci saat liga memasuki fase-fase krusial dan penentuan.
Lubang di Akhir Musim
Situasi ini tentu memicu kekhawatiran di kalangan Bonek, pendukung setia Persebaya. Kehilangan Bruno Moreira di bulan Mei bisa menjadi pukulan telak, mengingat kontribusinya yang sangat vital di lini serang dan perannya sebagai pemimpin di lapangan hijau.
Jika tidak segera diselesaikan, Bruno secara hukum bebas meninggalkan Surabaya atau setidaknya tidak bisa dimainkan dalam sisa pertandingan liga setelah tanggal 30 April. Hal ini sangat berisiko bagi skuat asuhan Paul Munster jika mereka sedang berjuang di papan atas atau babak penentuan juara.
Pada bulan Mei 2026, Persebaya masih memainkan empat laga penting jelang kompetisi berakhir. Masing-masing melawan PSBS Biak, Semen Padang, Persis Solo, dan Persik Kediri.
Langkah Manajemen Persebaya
Menanggapi fenomena “kontrak agak laen” ini, manajemen Persebaya dikabarkan tidak tinggal diam. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa proses negosiasi untuk perpanjangan kontrak—atau setidaknya addendum jangka pendek—tengah diupayakan.
Selama ini, Bruno Moreira memang menjadi ikon bagi Persebaya. Kesetiaannya pada klub kebanggaan warga Surabaya ini sudah teruji. Namun, ketidaksesuaian jadwal akhir liga dengan tanggal berakhirnya kontrak pemain asing seringkali menjadi celah yang merugikan klub-klub di Indonesia.
Potensi Perpanjangan Jangka Panjang
Publik kini menanti apakah manajemen akan langsung menyodorkan kontrak jangka panjang untuk Bruno, mengingat usianya yang masih sangat produktif dan kecintaannya pada kota Surabaya.
Banyak pihak memprediksi Bruno akan bertahan, namun pertanyaan besarnya adalah seberapa cepat manajemen bisa mengamankan tanda tangannya sebelum klub lain mulai menggoda sang pemain yang berstatus bebas transfer per Mei mendatang.
Sebelumnya pada dua laga terakhir Moreira absen membela Green Force. Masing-masing melawan Persita Tangerang dan Persija Jakarta. Pelatih menyebut dia tengah cedera.
Meskipun demikian, rumor liar berkembang di kalangan Bonek. Sesungguhnya Moreira tidak benar-benar cedera. Kabarnya, tidak ada titik temu kesepatkatan kontak. Moreira pun disebut-sebut akan kembali ke Liga Yunani.
Hingga berita ini diturunkan, pihak internal Persebaya masih melakukan komunikasi intensif dengan agen sang pemain. Satu yang pasti, Persebaya butuh sosok Bruno Moreira hingga peluit panjang kompetisi berakhir pada 23 Mei 2026 mendatang jika tak ingin ambisi ke papan atas rontok di tengah jalan. (*)





