Lalu apa mengapa orang-orang belum percaya dengan hal tersebut? Tak lain karena ini akan menjadi masalah jika sensornya gagal membaca kondisi sekitar. Misalnya apa orang berjalan tiba-tiba memotong jalur, atau posisi parkirnya terlalu mepet ke mobil sebelah hingga kemungkinan untuk menyenggol kendaraan lain yang sedang parkir.
Dari pengalaman yang dirasakan oleh test driver Medcom.id, beberapa ketakutan di atas memang selalu mengintai ketika ingin mencoba fitur autopark di beberapa mobil tersebut. Termasuk saat mencoba Xpeng G6 Pro baru-baru ini.
Untuk membuat Kami merasa optimis, tentunya Medcom.id mencoba lebih dulu di lahan parkiran yang kosong. Dengan kondisi lahan parkir yang memang sesuai dengan kondisi ideal, fitur ini bisa dimanfaatkan sebagai contoh. Baca Juga:
Motul Jalin Kemitraan dengan Produsen Sepeda Motor Italia
Lalu kemudian jika masih belum yakin, bisa dilakukan dengan simulasi berjalan di bagian belakang atau depan mobil ketika fitur tersebut diaktifkan. Hal ini dimaksudkan agar pengemudi bisa benar-benar yakin bahwa sensor mobil bisa membaca objek yang bergerak.
Cara berikutnya adalah dengan menempatkan Cone karet di sekitar tempat parkir. Ini berfungsi sebagai objek yang berada di sekitar tempat parkir. Hal ini untuk membuktikan seberapa akurat sensor mobil ini menempatkan posisi mobil untuk parkir di antara mobil.
Jika dalam beberapa percobaan sensor di mobil tidak melakukan pembacaan dengan akurat terhadap objek-objek di sekitarnya, mungkin bisa ke dealer terdekat dan menanyakan soal keakuratan sensornya.
Ketika melakukan percobaan berulang-kali dengan metode di atas dan sensor di mobil bisa membaca dengan detail, saatnya melakukan percobaan di tempat parkir yang sempit seperti di parkiran mall dan lainnya. Selamat mencoba!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





