Soal "Inflasi" Pengamat, Habiburokhman: Kritik yang Bagus Kita Tindak Lanjuti

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Habiburokhman menyatakan, kritik terhadap pemerintah tidak boleh digeneralisasi sebagai hal yang buruk.

Menurut dia, kritik yang baik bagi pemerintah harus ditindaklanjuti, tetapi kritik yang buruk justru harus direspons dengan edukasi kepada masyarakat agar tidak merusak demokrasi.

"Kritikan yang bagus kita tindak lanjuti, sementara kritikan yang tidak bagus kita sikapi dengan edukasi kepada rakyat jangan sampai justru menjadi racun bagi demokrasi," kata Habiburokhman dalam siaran pers, Senin (13/4/2026).

Baca juga: Inflasi Pengamat atau Defisit Toleransi Kritik?

Habiburokhman mengaku sependapat dengan ucapan Sekreraris Kabinet Teddy Indra Wijaya bahwa terdapat "inflasi".

Menurut dia, ada sejumlah pihak yang mengeklaim diri sebagai pengkritik, tetapi menyampaikan soal propaganda hitam, kebohongan, dan kebencian.

"Bisa saja motif mereka hanyalah merebut kekuasaan baik dengan jalur konstitusional maupun dengan jalur inkonstitusional," ucap Habiburokhman.

Ketua Komisi III DPR ini mengeklaim, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah banyak menindaklanjuti kritik-kritik yang membangun.

Baca juga: Seskab Teddy Soroti Inflasi Pengamat, Singgung Pihak yang Asal Bicara Tak Sesuai Fakta

""Namun demikian tidak semua kritik bagus, ada juga kritik yang tidak membangun bahkan merusak alias toxic," kata Habiburokhman.

Habiburokman lantas menyinggung adanya ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subinto yang menurut dia perlu dikritisi.

Ia menilai, terlalu mahal ongkos politik yang harus dibayar jika ada pihak yang ingin merebut kekuasaan secara inkonstitusional.

Habiburokhman mengingatkan, Prabowo sebagai presiden setidaknya punya waktu selama 5 tahun untuk memenuhi janji-janji politiknya dan dapat dievaluasi oleh rakyat pada Pemilihan Presiden 2029 mendatang.

Baca juga: Terbang Temui Putin, Prabowo akan Suarakan Posisi RI di Geopolitik Dunia

"Jika kinerja Pak Prabowo tidak memuaskan rakyat bisa hentikan mandat, namun jika dianggap memuaskan rakyat bisa lanjutkan memberi mandat untuk 5 tahun berikutnya," ujar dia.

Habiburokhman meyakini, Prbaowo merupakan sosok yang berkomitmen untuk menjaga demokrasi.

"Itulah sebabnya, hingga saat ini setelah hampir 1,5 tahun Presiden Prabowo berkuasa, tidak ada seorang pun warga negara Indonesia dijatuhi hukuman karena mengkritik atau bahkan menghina Presiden Prabowo," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Inflasi pengamat

Sebelumnya diberitakan, istilah inflasi pengamat disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geliat BREN di Tengah Gejolak Indeks Global, Kebut 1 Gigawatt Intip Prospeknya
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
BI Ungkap 3 Jalur Transmisi Dampak Perang Timur Tengah ke Ekonomi RI
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Piala Presiden 2026 bisa saja gunakan format baru
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Pelita Jaya Rekrut Perrin Buford Jelang Playoff IBL 2026
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Papua Jadi Prioritas, Kementrans Belajar Strategi Pengentasan Kemiskinan ke Tiongkok
• 8 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.