Hari pertama kesepatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS), termasuk Israel, pada Rabu (8/4/2026) lalu telah dilanggar zionis Israel dengan serangannya terhadap Lebanon hingga menewaskan 350 orang.
Aline Saeed, seorang anak berusia tujuh tahun di Lebanon, yang hendak menguburkan ayahnya pada hari pertama gencatan senjata, harus dihadapkan dengan duka lain atas serangan zionis Israel yang menewaskan adik perempuannya yang masih bayi serta kerabat lainnya.
Melansir Reuters, serangan yang terjadi di rumah keluarga Saeed di desa Srifa itu membuat Aline beserta keluarganya yang selamat harus menguburkan empat orang anggota keluarga lagi.
“Mereka bilang itu gencatan senjata. Seperti semua orang ini, kami pergi ke desa. Kami pergi ke peti mati untuk membaca doa dan berjalan pulang. Tiba-tiba kami merasa seperti badai menerjang kami,” ucap Nasser Saeed, kakek Aline yang berusia 64 tahun, yang juga selamat.
Hari Minggu (12/4/2026) kemarin, ia pergi ke kota pelabuhan Tyre bersama kerabat lainnya untuk mengambil jenazah yang dibaluti kain hijau.
Salah satu jenazah ukurannya jauh lebih kecil dari jenazah lain, yang merupakan cucunya serta adik perempuan Aline, bernama Taleen.
Masih dengan perban di kepala dan tangannya, Saeed meratap dalam hening, sementara para wanita di sekitarnya menjerit dengan kesedihan.
Militer Israel mengatakan pihaknya tidak memiliki detail untuk menelusuri kejadian tersebut, dan menambahkan akan mengambil langkah agar kerugian terhadap warga sipil dapat dikurangi. (vve/iss)




