Polisi Buru Preman yang Palak Sopir Bajaj Rp 100 Ribu di Tanah Abang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Polisi mengaku tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan pemalakan yang dilakukan oleh preman terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pelaku saat ini tengah diburu polisi.

"Saat ini anggota masih melakukan lidik (penyelidikan) untuk menemukan pelaku yang diduga melakukan pemalakan," ujar Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2026).

Ia menambahkan, polisi juga melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna mencegah aksi premanisme di wilayah tersebut.

"Dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait misal kecamatan dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan untuk laksanakan patroli bersama-sama di wilayah rawan pungli," ujarnya.

Menurutnya, upaya pencegahan juga membutuhkan peran serta masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga lingkungan masing-masing.

"Agar semua pihak terkait tidak hanya kepolisian mampu mencegah sebelum hal tersebut terjadi. Termasuk meminta kesadaran warga sekitar menjaga lingkungannya masing-masing melalui Lurah, RW dan, RT," jelasnya.

Sebelumnya, aksi dugaan premanisme lagi-lagi terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kali ini, sopir bajaj menjadi korban pemalakan oleh preman.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria meminta uang setoran kepada sopir bajaj. Salah satu sopir mengaku harus menyetor hingga Rp 100 ribu setiap harinya. Jika menolak, mereka disebut akan diteriaki maling hingga mengalami kekerasan.

Bahkan, dalam video tersebut, tampak kondisi bajaj dengan kaca pecah dan pintu rusak yang diduga akibat dipukul karena pernah menolak untuk memberikan uang.

Kata Gubernur Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan mentoleransi aksi premanisme dan meminta Satpol PP bertindak tegas.

“Kemarin saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu, tidak ada kompromi lagi,” ujar Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4).

Pramono menegaskan, praktik premanisme tidak boleh dibiarkan berkembang karena bersifat merugikan. Ia pun tidak akan memberikan kompromi untuk aksi tersebut.

“Jadi premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur, saya tidak ragu-ragu untuk itu (menindak),” jelas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Negosiasi AS-Iran, Pengamat Timur Tengah Ungkap AS dalam Posisi Terjepit | KOMPAS SIANG
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Dukung Pengembangan Pencak Silat, Menpora Raih Penghargaan dari Presiden Prabowo
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Kemdiktisaintek Dorong Penguatan Tendik Lewat Program Berdampak 2026
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Saham Paling Boncos dalam Sepekan Kala IHSG Ngebut 6,14%
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cegah Penularan Campak, Kemenkes Mulai Imunisasi MR Nakes
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.