Bisnis.com, SURABAYA – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo telah meninjau proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Jawa Timur. Hasilnya, progres pembangunan proyek prioritas di sejumlah kabupaten/kota dinilai sudah baik, meski terdapat juga yang disebutnya buruk.
Salah satu yang dinilai baik adalah pembangunan gedung SR di kawasan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Dody mengungkapkan progres pembangunan telah mencapai 45%.
"Bagus ini progresnya. Kan saya minggu lalu sama minggu ini ya mengurus sekolah rakyat ya. Yang saya lihat, Waskita top. Jadi sekolah rakyat dikerjakan Waskita dan CAG, bagus. Progresnya 45% ya," beber Dody, Minggu (12/4/2026).
Sekolah Rakyat di Surabaya tersebut nantinya diproyeksikan akan menampung sebanyak 1.000 siswa-siswi. Dody mengungkapkan bangunan tersebut didirikan pihaknya di lahan aset yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan luas sebesar 6,2 hektare.
Dirinya memberikan pujian mengenai tahapan rangkaian pembangunan yang berjalan baik dan sesuai dengan target dalam kontrak kerja. Dody juga optimistis proyek tersebut akan rampung tepat pada waktunya, yakni pada Juni mendatang.
"InsyaAllah selesai sesuai target. Mudah-mudahan sebelum 20 Juni. Bagus, ini bagus. Waskita ini bagus. Hampir di semua tempat yang saya tunjukin yang Waskita top. Perfect sekali," tegasnya.
Baca Juga
- Menteri PU Dody Hanggodo Soroti Lambatnya Proyek Sekolah Rakyat Nganjuk
- Konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II di Sampang Jatim Capai 36,05%
- Progres Sekolah Rakyat di Cirebon Baru 10%, Target Juni Beroperasi
Selain di Kota Pahlawan, Dody juga menjelaskan bahwa pembangunan gedung Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah di Jawa Timur masih berjalan sesuai rencana dan juga ditarget rampung sepenuhnya pada Juni nanti. Seperti di Kabupaten Sampang dan Jombang.
"Kan di Sampang kemarin juga sudah 30%, hampir 40% juga modelnya sama lah. Sampang itu memang luasnya lebih besar, 8 hektare. Lebih besar lah, tapi secara overall bagus, yang agak tertinggal sedikit itu di Jombang, tapi masih oke lah," paparnya.
Meski begitu, Dody mengungkapkan bahwa pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk malahan tertinggal dari daerah lainnya yang telah ditinjaunya beberapa hari terakhir.
Dengan realisasi pembangunan yang baru mencapai 15%, Dody menegaskan hal tersebut pun membuat dirinya kecewa dengan jajarannya karena dianggap bermain-main dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Nganjuk kan memang sangat-sangat tertinggal ya. Masih berapa sih ini, 15 persenan lah," tutup Dody.





