Penggunaan Plastik di Indonesia Tetap Tinggi Meski Harganya Kini Mahal

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Sehingga, plastik akan terus digunakan meskipun harganya melonjak tinggi.

Penggunaan Plastik di Indonesia Tetap Tinggi Meski Harganya Kini Mahal. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Naiknya harga plastik imbas konflik global di Timur Tengah memberikan dampak terhadap beberapa sektor seperti pedagang plastik dan penjualan lainnya yang bergantung kepada kebutuhan plastik.

Pengkampanye Urban Berkeadilan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Wahyu Eka Setyawan mengatakan, meski harga plastik naik, namun hal tersebut tidak secara otomatis memengaruhi jumlah sampah plastik yang dihasilkan.

Baca Juga:
Harga Plastik Melonjak, Gubernur DKI Sarankan Kembali ke Cara Tradisional Pakai Daun Pisang

Hal tersebut dikarenakan tingginya penggunaan plastik di Indonesia bukan karena harga yang murah, melainkan karena sistem yang sudah diatur untuk bergantung kepada plastik. Sehingga, plastik akan terus digunakan meskipun harganya melonjak tinggi.

“Tidak secara otomatis, dalam hal ini Walhi menegaskan tingginya penggunaan plastik di Indonesia bukan semata karena murahnya harga, tetapi karena sistem produksi dan distribusi memang didesain bergantung pada plastik sekali pakai,” kata Wahyu kepada IDX Channel, ditulis Senin (13/4/2026).

Baca Juga:
Pemerintah Godok Skema Atasi Kenaikan Harga Komoditas Global, Termasuk Plastik

Apalagi, kata dia, kenaikan harga plastik saat ini disebabkan oleh dampak langsung dari krisis global bahan baku fosil yang menjadi salah satu bahan pembuatan plastik. "Situasi ini menunjukkan bahwa sistem produksi plastik yang bergantung pada minyak sangat rentan,” katanya.

Baca Juga:
Aspra (ASPR) Genjot Impor Bahan Baku Plastik Imbas Pasokan Lokal Terbatas

Maka dari itu, Walhi mendorong monentum dalam mewujudkan sistem zero waste atau sistem meminimalisir adanya sampah yang dihasilkan dari mahalnya harga plastik saat ini. 

“Karena itu, Walhi menilai ini bukan soal masalah ekonomi semata, tetapi sinyal kuat bahwa sistem harus diubah. Momentum ini seharusnya digunakan untuk mendorong transisi menuju sistem zero waste, bukan malah memperluas industri petrokimia,” kata Wahyu.

Baca Juga:
Pramono Akui Sulit Kendalikan Lonjakan Harga Plastik: di Luar Kontrol Kami

Menurutnya, fokus penurunan sampah plastik dalam jangka pendek saat ini bukan solusi terbaik. Namun, perubahan sistem dan struktural dalam alternatif pengganti plastik yang harus dilakukan.

“Fokusnya bukan pada proyeksi penurunan jangka pendek, melainkan pada perubahan struktural. Penurunan signifikan hanya bisa terjadi jika ada kebijakan yang membatasi produksi plastik dari hulu dan mendorong sistem guna ulang secara luas,” ujar dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Wisatawan Terseret Rip Current di Pantai Parangkusumo Bantul
• 19 menit lalukumparan.com
thumb
Trump Yakin Iran Akan Penuhi Tuntutan Amerika Serikat
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Foto Dedi Mulyadi dengan Mertua Raffi Ahmad Menuai Komentar Warganet, KDM Sampai Tulis Komentar Begini
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Poltracking Blak-Blakan Data Survei, 75,1% Rakyat Masih Percaya Prabowo-Gibran
• 1 jam laludisway.id
thumb
Diduga Lakukan Pelecehan, Penjual Tahu Bulat di Depok Ditangkap!
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.