Amerika Serikat memberikan sinyal bahwa negosiasi damai akan dilanjutkan dengan Iran. Hal ini menyusul tak adanya kesepakatan yang dihasilkan melalui diskusi langsung kedua negara di Islamabad, Pakistan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan keyakinannya negosiasi akan dilanjutkan. Menurutnya, Iran pada akhirnya akan memenuhi semua tuntutan, termasuk soal nuklir dan jalur perdagangan dari Washington.
Baca Juga: Iran Sebut Amerika Serikat Ubah-ubah Syarat Damai, Kesepakatan Islamabad Gagal
Trump sendiri mengatakan bahwa pembicaraan antara kedua negara yang berjalan baru-baru ini diadakan dalam suasana yang “sangat ramah”. Teheran menurutnya juga tidak memiliki posisi tawar yang cukup kuat untuk menolak tuntutan dari Amerika Serikat.
Trump juga kembali menegaskan sikap tegasnya bahwa senjata nuklir tidak boleh dimiliki oleh Iran. Menurutnya, tidak masuk akal bagi negara mana pun untuk membiarkan mereka secara terbuka memiliki senjata nuklir.
"Saya yakin mereka akan duduk di meja perundingan mengenai hal ini, karena tidak mungkin ada orang yang sebodoh itu mengatakan, 'kami menginginkan senjata nuklir,' dan mereka tidak memiliki kartu apa pun," kata Trump.
Pembicaraan Islamabad sendiri merupakan pertemuan langsung pertama dalam lebih dari satu dekade dari Iran dan Amerika Serikat. Ia juga merupakan dialog tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam Iran 1979
Namun, perundingan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan konkret untuk mengakhiri konflik. Menurut Washington, Iran menolak sejumlah tuntutan utama antara lain menghentikan seluruh pengayaan uranium, membongkar fasilitas nuklir utama dan menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya.
Amerika Serikat diketahui juga meminta mereka untuk menghentikan dukungan terhadap kelompok seperti Hamas, Hezbollah dan Houthi. Ia juga menuntut adanya pembukaan penuh akses dari Selat Hormuz.
Iran di sisi lain melaporkan tuntutan yang berlebihan dari Amerika Serikat. Hal tersebut menjadi penghambat utama tercapainya kesepakatan. Neberapa isu sebenarnya telah mencapai titik temu, namun dua hal utama masih menjadi ganjalan yakni program nuklir hingga kontrol dan akses dari Selat Hormuz.
Baca Juga: Siap Lawan Blokade, Iran Sebut Amerika Serikat Jadi Penyebab Kebuntuan Negosiasi di Pakistan
Meski belum mencapai kesepakatan, kedua negara masih terlibat dalam proses diplomasi untuk mencari solusi jangka panjang atas konflik. Optimisme Trump menunjukkan bahwa pemerintahannya masih melihat peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran.





