Inggris enggan mendukung rencana Amerika Serikat (AS) untuk memblokade kapal-kapal Iran di Selat Hormuz.
IDXChannel - Inggris enggan mendukung rencana Amerika Serikat (AS) untuk memblokade kapal-kapal Iran di Selat Hormuz.
Dilansir dari The Telegraph pada Senin (13/4/2026), sejumlah sumber mengatakan bahwa Inggris tidak akan ikut serta dalam operasi itu.
“Mulai sekarang, Angkatan Laut AS yang terbaik di dunia, akan memulai proses memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” kata Presiden AS Donald Trump platform media sosial Truth Social pada hari Minggu.
“Pihak Iran, atau kapal-kapal pihak ketiga, akan dihancurkan," katanya.
Menanggapi komentar Trump, Pemerintah Inggris menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya menyerukan kebebasan navigasi dan pembukaan selat tersebut.
Hubungan antara kedua negara tegang akhir-akhir ini. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sempat menolak mengizinkan Trump menggunakan pangkalan militer negaranya untuk serangan awal AS terhadap Iran.
“Saya tegaskan bahwa bagi Inggris, kami memiliki prinsip-prinsip kami sendiri, kami memiliki nilai-nilai kami sendiri. Kami akan berpedoman pada prinsip-prinsip tersebut dalam segala hal yang kami lakukan,” kata Starmer dalam sebuah wawancara ITV pekan lalu di mana ia mengkritik retorika Trump yang mengancam kehancuran peradaban Iran.
“Itulah mengapa saya mengatakan — dan jelas hal itu telah menimbulkan kritik dan tekanan dalam beberapa minggu terakhir — saya telah mengatakan bahwa kami tidak akan terseret ke dalam perang ini,” ujar Starmer, merujuk pada kritik berulang Trump terhadapnya karena enggan mendukung operasi militer AS di Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)




