Jakarta: Kasus suspek campak di Indonesia menunjukkan peningkatan pada awal tahun 2026. Mengutip dari Media Indonesia, data Kementerian Kesehatan mencatat hingga pekan ke-7 tahun 2026 terdapat lebih dari 8.224 kasus suspek campak dengan empat kasus kematian yang telah dilaporkan.
Baca Juga :
Stop Begadang! Ini Rahasia Pola Tidur Sehat yang Jarang Disadari-Tips KesehatanPenularan campak terjadi melalui percikan ludah saat penderita batuk atau bersin. Virus campak juga dapat bertahan di udara hingga dua jam, sehingga meningkatkan risisko penyebaran, terutama di lingkungan padat penduduk. Risiko Komplikasi pada Anak Anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap menjadi kelompok paling rentan mengalami komplikasi serius. Beberapa diantaranya adalah pneumonia atau radang paru-paru yang dapat berujung fatal, diare berat yang memicu dehidrasi, serta infeksi telinga tengah yang berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran.
Mengutip dari unggahan instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam kondisi tertentu juga dapat menyebabkan radang otak yang ditandai dengan kejang, penurunan kesadaran, hingga kelumpuhan. Bahkan, komplikasi berat seperti panensefalitis sklerosis subakut dapat mengakibatkan kerusakan otak progresif hingga kematian.
Baca Juga :
Penyakit Tidak Menular Meningkat, Ini Cara Cegah Sebelum Terlambat-Tips KesehatanIDAI juga menegaskan bahwa campak bukan penyakit ringan dan perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan dampak serius. Pemerintah melalui Kementerian mengimbau masyarakat untuk memastikan imunisasi lengkap, khususnya bagi anak-anak, sebagai langkah utama pencegahan penularan campak.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Jessica Nur Faddilah)




