JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana di depan kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, yang disebut sebagai pemenang tender motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN), di Jalan Indraloka II, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, tampak lengang pada Senin (13/4/2026) pagi.
Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, bangunan kantor perusahaan tersebut berwarna putih dengan pagar tinggi berwarna cokelat yang menutupi pandangan ke dalam halaman.
Tidak terlihat adanya papan identitas yang menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan kantor suatu perusahaan.
Baca juga: Kepala BGN: Motor Listrik Kepala SPPG Dibuat di Citeureup
Satu-satunya penanda yang tampak hanyalah nomor bangunan, yakni 1850.
Di lantai dua bangunan tersebut terdapat tiga jendela kaca berbingkai hitam yang menghadap ke arah jalan.
Beberapa kali terlihat pengendara ojek online berhenti di depan bangunan tersebut dan menurunkan penumpang yang kemudian masuk ke dalam.
Sejumlah orang juga tampak hilir mudik menuju bangunan putih berlantai tiga yang berada tepat di seberangnya.
Di depan bangunan tiga lantai tersebut, terlihat dua unit motor listrik terparkir di dekat pintu masuk.
Baca juga: Komisi IX DPR Panggil Kepala BGN soal Pengadaan Motor Listrik
Chico (bukan nama sebenarnya), warga sekitar, mengatakan bahwa kedua bangunan tersebut dimiliki oleh orang yang sama.
"Sama ini, yang di pager itu kantor kalau enggak salah. Saya sendiri tapi kurang ngerti juga kantor apa tapi memang di sini banyak kantor sama konveksi," katanya saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin.
Sementara itu, Mawar (bukan nama sebenarnya) membenarkan informasi yang beredar bahwa sempat ada aparat kepolisian di sekitar lokasi kantor tersebut.
"Iya ada hari Jumat (10/4/2026). Katanya sih karena ada mau demo soal MBG tapi saya enggak tahu lagi tuh jadinya bagaimana," ucapnya kepada Kompas.com, Senin.
Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, membenarkan bahwa anggotanya sempat melakukan penjagaan di wilayah kantor PT Yasa Artha Trimanunggal pada Jumat.
Baca juga: BGN Sebut Motor Listrik MBG Direalisasikan Tahun Ini Lewat Skema RPATA
"Memang kami di hari Jumat (10/4/2026) itu melakukan penjagaan karena ada informasi bahwa akan ada aksi unjuk rasa di sana," ucapnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.
Meski demikian, massa aksi yang sebelumnya diinformasikan akan melakukan demonstrasi tidak hadir hingga petugas kepolisian membubarkan diri.





