Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan minat investasi ke Indonesia hingga saat ini masih tinggi. Menurut dia, hingga kuartal I 2026 realisasi investasi sudah mencapai Rp 497 triliun dari target Rp 465 triliun.
"Tumbuh 7 persen secara tahunan. Penyerapan tenaga kerja sudah mencapai 627.036 orang atau naik sekitar 5,5 persen," kata Rosan dalam rapat dengan Komisi XII DPR, di Jakarta, Senin (13/4).
Menurut Rosan, pada tahun ini total target investasi Indonesia mencapai Rp 2.041,3 triliun atau naik dari tahun sebelumnya Rp 1.905,6 triliun. Adapun negara yang mendominasi investasi antara lain Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
"Kami sudah melakukan beberapa program prioritas yang meliputi berbagai kebijakan, kalau kita lihat hilirisasi masih menyumbang terbesar sekitar 30 persen dari seluruh investasi yang ada dan yang masuk ke Indonesia," katanya.
Menurut Rosan, di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi saat ini, justru menjadi peluang terbuka karena Indonesia diterima di semua negara.
"Dengan adanya tensi di Timteng, justru para investor yang melalui negara Timteng berbicara juga intens kepada kami dan kami aktif bertemu investor potensial. Mereka melihat Indonesia lebih menarik karena mereka menilai Indonesia selalu bisa menjaga stabilitas, baik secara politik dan keamanan, juga iklim investasi terjaga dengan baik dan selalu ditingkatkan," ujar dia.
Rosan mengaku baru kembali dari Jepang, Korea Selatan, dan China. Menurut dia, din tengah situasi saat ini, ketiga negara tersebut justru tidak mengurangi minat investasi di Indonesia.
"Kalau saya lihat, ketemu dan berbicara, baik Jepang, Korea dan China itu tidak mengurangi minat mereka untuk investasi," ujar dia.





