Balita Alami Hipotermia Usai Dibawa Orang Tuanya Mendaki Gunung Ungaran

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Seorang balita mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, bersama kedua orang tuanya.

Kondisi penyelamatan balita itu direkam video dan viral di media sosial. Dalam video tersebut tampak petugas penyelamat sibuk menyelimuti balita yang sedang menangis karena kedinginan akibat gejala hipotermia.

"Kronologi singkat, satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak melakukan pendakian hingga mencapai Puncak Bondolan. Namun saat berada di puncak, korban dan rombongan mengalami hujan sehingga suhu tubuh balita menurun dan menunjukkan gejala hipotermia," tulis akun tersebut.

Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan membenarkan peristiwa tersebut. Balita berusia 1,5 tahun itu naik Gunung Ungaran pada Sabtu (11/4) bersama kedua orang tuanya hingga tiba di Puncak Bondolan pada siang hari.

"Peristiwa ini terjadi ketika satu keluarga ayah, ibu, dan anak melakukan pendakian dan tiba di puncak sekitar pukul 14.00 WIB," ujar Bergas kepada wartawan, Senin (13/4).

Namun, saat sampai di puncak, cuaca memburuk disertai hujan. Bayi itu terus menangis dan menunjukkan tanda-tanda hipotermia atau kedinginan ekstrem.

"Suhu tubuh balita tersebut menurun drastis hingga mengalami gejala hipotermia," jelas dia.

Tim SAR yang sedang berjaga lalu berangkat ke puncak setelah mendapat laporan dan memberikan bantuan.

"Petugas segera melakukan penanganan awal untuk menstabilkan suhu tubuh korban, termasuk menghangatkan tubuh dan memberikan pertolongan pertama pada kondisi hipotermia," jelas dia.

Kemudian, setelah kondisi sang bayi stabil, petugas mengevakuasi satu keluarga itu ke Basecamp Perantunan.

"Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ucap Bergas.

Jangan Ajak Kelompok Rentan Seperti Balita Naik Gunung

Berkaca dari peristiwa ini, ia meminta masyarakat untuk bijak ketika beraktivitas di gunung. Ia mengimbau agar masyarakat tidak mengajak kelompok rentan untuk mendaki karena memiliki risiko tinggi.

"Pada prinsipnya kegiatan hiking ke gunung atau naik gunung adalah kegiatan yang memerlukan persiapan dari sisi fisik dan mental, selain tool peralatan pendukung lainnya. Artinya kegiatan tersebut bukan untuk kelompok rentan seperti balita untuk diajak ke sana," kata Bergas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gowa Geger! Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan di Gerobak Es Cendol
• 44 menit lalurctiplus.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Senin 13 April 2026: Hujan Turun Sore hingga Malam
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Habiburokhman soal Inflasi Pengamat: Klaim Kritik, tapi Malah Propaganda Hitam
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Gunakan Biosolar B40, Siap Beralih ke Energi Lebih Hijau
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Seberapa Penting Seks dalam Sebuah Hubungan? Ternyata Tak Melulu soal Ranjang, Ini Faktanya!
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.