Pantau - Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyerukan persatuan nasional dan upaya menghentikan perang yang tengah berlangsung saat memperingati pecahnya Perang Saudara Lebanon pada Minggu (12/4).
Seruan Persatuan dan Implementasi Perjanjian TaifSalam menegaskan pentingnya menjaga keutuhan bangsa serta membangun kembali negara yang adil dan kuat di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.
Ia menyampaikan bahwa tujuan peringatan tersebut bukan hanya mencegah kembalinya perang saudara, tetapi juga memperkuat fondasi negara bagi seluruh rakyat Lebanon.
Salam juga menyoroti pentingnya penerapan penuh Perjanjian Taif yang mengakhiri perang saudara selama 15 tahun pada 1989.
Perjanjian tersebut dinilai sebagai dasar utama dalam menjaga stabilitas politik dan kedaulatan pemerintah Lebanon, khususnya di wilayah selatan.
Konflik Regional Picu Eskalasi KekerasanKonflik memanas setelah Hizbullah meluncurkan roket ke wilayah Israel pada 2 Maret 2026, yang kemudian dibalas dengan serangan militer intensif oleh Israel ke berbagai wilayah Lebanon.
Meskipun Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati gencatan senjata pada 8 April, Israel menyatakan kesepakatan tersebut tidak berlaku untuk Lebanon.
Pernyataan itu ditolak oleh Iran dan mediator Pakistan yang terlibat dalam upaya meredakan konflik.
Data dari Pusat Operasi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Lebanon mencatat serangan sejak 2 Maret telah menewaskan 2.055 orang dan melukai 6.588 lainnya.




