Ancaman Trump Tutup Selat Hormuz Tekan Rupiah Rp17.121 per Dolar AS

celebesmedia.id
3 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. 

Pada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.

Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.

Mengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.

Reuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.

"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!" tulis Trump.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga energi global.

Lukman menjelaskan, jika ketegangan di Timur Tengah terus meningkat, maka harga komoditas terutama minya berpeluang naik signifikan. Kondisi ini bisa memicu inflasi global dan mendorong bank sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga.

“Apabila situasi di Timteng tidak membaik maka harga diperkirakan akan terus melambung dan meningkatkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed,” kata Lukman.

Kenaikan suku bunga AS biasanya membuat dolar semakin kuat, sehingga memberi tekanan tambahan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Berdasarkan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS sepanjang hari ini.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Ungkap Alasan Dana Otsus Aceh Perlu Diperpanjang
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Kondisi Nikita Mirzani di Penjara, Tubuh Disebut Kian Menyusut
• 2 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Kata BMKG Kemarau Panjang El Nino Godzilla Bakal Tiba, tapi Kok Masih Turun Hujan?
• 13 jam laludisway.id
thumb
Kadin Indonesia Beberkan Potensi Ekonomi Papua, Tak Hanya pada Emas dan Tembaga
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Pilih Express atau Economy? Trik Tepat Waktu Kirim Paket Ke Luar Negeri
• 7 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.