Petugas Gabungan di Lumajang Tutup Pangkalan Elpiji 3 Kg Nakal

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Puji Anugerah Leksono

TVRINews, Lumajang

Petugas gabungan menutup paksa sebuah pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Penutupan dilakukan setelah pangkalan tersebut diduga menimbun ribuan tabung elpiji subsidi hingga menyebabkan kelangkaan di pasaran.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno memimpin inspeksi mendadak pada Minggu (12/4/2026). Dalam sidak tersebut, ditemukan ribuan tabung gas elpiji 3 kilogram, sebagian masih terisi penuh, yang diduga ditimbun oleh pemilik pangkalan.

Bupati Indah menegaskan akan memanggil pemilik pangkalan dan menindak tegas seluruh pelanggaran yang menyebabkan kelangkaan LPG subsidi.

“Penutupan ini merupakan bentuk tindakan tegas terhadap pelanggaran distribusi LPG subsidi. Bahkan pihak Pertamina telah resmi melakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) terhadap pangkalan tersebut. Bukti PHU juga sudah ditempel di lokasi,” ujar Bupati Indah dalam keterangan yang dikutip, Senin, 13 April 2026.

Selain penimbunan, petugas juga menemukan dugaan praktik ilegal berupa penyuntikan ulang gas subsidi ke tabung nonsubsidi lalu dijual dengan harga lebih tinggi.

“Ini sudah sangat di luar nalar. Di tengah kelangkaan, justru ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Indah mengungkap adanya praktik pemindahan isi tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram yang jelas melanggar aturan.

“Pengisian gas 12 kilogram dari tabung subsidi ini harus segera dihentikan. Saya sudah sampaikan kepada Kapolres, tidak boleh ada lagi praktik seperti ini,” tegasnya.

Wakapolres Lumajang, Kompol Suwarno, memastikan pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan dari Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi LPG subsidi.

Akibat kelangkaan LPG 3 kilogram, harga di pasaran kini melonjak dari harga normal Rp18.000–Rp19.000 menjadi hingga Rp35.000. Petugas gabungan juga memastikan distribusi elpiji di wilayah Lumajang tetap berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pihak kepolisian menegaskan akan menindak sesuai prosedur hukum terhadap pangkalan atau agen lain yang terbukti mempermainkan distribusi gas dan merugikan masyarakat.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2.000 ASN Jalani Pelatihan Komcad Agar Jiwa Nasionalismenya Tinggi
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
MK Gelar Wisuda Purnabakti Anwar Usman Senin Sore
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Piala Presiden 2025 Menjadi Ajang Tersukses: Mulai dari Rating, Sponsor, dan Hype yang Luar Biasa
• 16 jam lalubola.com
thumb
Mensos Sebut Warga Bisa Komplain Bila Tak Lagi Terima Bansos, Ini Caranya
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
AS Ancam Hukum Pembeli dan Penjual Minyak Iran
• 12 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.