Jurus Bank Woori Saudara (SDRA) Jaga Margin di Tengah Dinamika Suku Bunga

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Di tengah pergerakan suku bunga yang masih dinamis, perbankan nasional menghadapi tantangan untuk mempertahankan margin.

Jurus Bank Woori Saudara (SDRA) Jaga Margin di Tengah Dinamika Suku Bunga. (Foto: BWS)

IDXChannel - Di tengah pergerakan suku bunga yang masih dinamis, perbankan nasional menghadapi tantangan untuk mempertahankan margin di tengah tekanan biaya dana yang belum juga surut.

Belakangan ini, industri perbankan masih bergulat dengan tingginya biaya dana, dipicu likuiditas yang ketat serta persaingan ketat dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK). Situasi ini membatasi ruang ekspansi margin, sehingga bank perlu semakin selektif dalam mengelola sumber pendanaan dan penyaluran kredit.

Baca Juga:
Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand

Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, menilai tekanan terhadap net interest margin (NIM) merupakan fenomena yang terjadi secara luas di industri.

“Dalam situasi suku bunga yang cenderung tinggi dan sticky, bank harus pintar menjaga keseimbangan antara cost of fund dan yield kredit. Kalau tidak dikelola dengan baik, margin bisa tergerus,” katanya.

Baca Juga:
BRI Jadi Bank Pertama di Indonesia Bersertifikasi ISO/IEC 25000

Ia menambahkan, strategi yang umum dilakukan perbankan adalah meningkatkan porsi dana murah serta memperketat seleksi kredit.

“Bank yang mampu mengoptimalkan CASA dan menjaga kualitas aset biasanya lebih resilient dalam menjaga NIM di tengah volatilitas suku bunga,” kata dia.

Baca Juga:
Perang Iran-AS Bayangi Pertemuan IMF dan Bank Dunia

Sejalan dengan kondisi tersebut, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS mengoptimalkan strategi pengelolaan biaya dana dan penyaluran kredit guna menjaga margin tetap solid.

Perseroan menitikberatkan pada penguatan struktur pendanaan yang lebih efisien, antara lain melalui peningkatan porsi dana murah serta pengendalian biaya bunga secara disiplin.

Dari sisi aset, Bank Woori Saudara mengedepankan penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas, sehingga imbal hasil dapat tetap optimal dengan risiko yang terjaga. Strategi ini menjadi fondasi dalam menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan profitabilitas.

Mengacu laporan bulanan, BWS, anak usaha Woori Bank asal Korea, telah menyalurkan kredit sebesar Rp42,38 triliun per Januari 2026. Sementara itu, liabilitas perseroan tercatat Rp47 triliun, dengan dominasi dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp35,47 triliun.

Sebagian likuiditas juga ditempatkan pada instrumen keuangan, seperti surat berharga dan penempatan di Bank Indonesia (BI).

Rafly menilai langkah Bank Woori Saudara tersebut sejalan dengan best practice industri.

“Pendekatan yang dilakukan BWS cukup tepat, terutama dengan fokus pada efisiensi funding dan kualitas kredit. Ini penting untuk menjaga stabilitas margin di tengah tekanan biaya dana,” tutur Rafly.

Di saat yang sama, Rafly menyarankan agar BWS harus memperkuat fungsi intermediasi melalui penyaluran kredit yang prudent dan berkelanjutan.

“Strategi ini tidak hanya menjaga kinerja margin, tetapi juga memastikan ekspansi bisnis tetap berada dalam koridor risiko yang sehat,” ujarnya. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Januari-April 2026, KPK OTT 6 Kepala Daerah
• 10 menit lalutvonenews.com
thumb
Penjualan Mobil Nasional Melemah 24,6 Persen di Maret 2026
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Rosatom Mengkaji Rencana Pembangunan Pembangkit Nuklir di Bulan
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Delegasi AS Tinggalkan Pakistan, Negosiasi Nuklir dengan Iran Gagal Capai Kesepakatan | KOMPAS PAGI
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Populer: Anggaran Jasa EO BGN; 3 Tanker Lewati Selat Hormuz
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.