Jumlah Pengungsi Gempa Flores Timur Meningkat, TNI Intensifkan Trauma Healing

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ama Boro Huko

TVRINews, Flores Timur

Memasuki hari keenam pascagempa bumi di wilayah Kabupaten Flores Timur dan Lembata, jumlah warga yang mengungsi terus bertambah. Gempa dengan magnitudo 4,7 terjadi pada Rabu (8/4/2026) pukul 23.17 WIB, dengan episenter pada koordinat 8.36° LS dan 123.15° BT atau sekitar 21 kilometer di tenggara Kota Larantuka, di kedalaman lima kilometer.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama empat bulan, mulai 9 April hingga 8 Juli 2026. Keputusan ini ditetapkan setelah rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mencatat adanya peningkatan jumlah pengungsi, korban luka, serta kerusakan rumah dan fasilitas umum. 

Dalam keterangannya kepada TVRINews, Senin (13/4/2026), Sekretaris BPBD Flores Timur, Ariston Kolot Ola, menyebutkan total pengungsi kini mencapai 1.939 jiwa.

“Untuk korban luka ringan tercatat 18 jiwa, sedangkan kerusakan rumah dan fasilitas umum mencapai 367 unit. Dampak ini tersebar di 12 desa pada dua kecamatan, yaitu Adonara Timur dan Solor Timur,” jelas Ariston, Senin, 13 April 2026.

Di Kecamatan Solor Timur, Camat Moh. Natsir Hasan, SIP, berharap pemerintah segera mengintervensi perbaikan rumah-rumah warga yang rusak berat. Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperbaiki bangunan pendidikan yang terdampak.

“Kami sangat berharap ada perbaikan untuk bangunan Madrasah Negeri 2 Flores Timur dan dapur pondok pesantren. Aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat perlu segera kembali berjalan normal,” ujarnya.

Sementara itu, Kodim 1624 Flores Timur melalui Koramil 1624-02 Adonara telah menerjunkan puluhan personel sejak hari pertama bencana. Para anggota TNI membantu pendistribusian logistik serta mendampingi warga melalui kegiatan trauma healing.

Petugas di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama minimnya tenda pengungsi atau tenda keluarga, kurangnya logistik makanan dan sembako, kebutuhan selimut dan tikar, serta keterbatasan tenaga medis dan obat-obatan.

Upaya penanganan bencana terus dilakukan pemerintah daerah bersama TNI, BPBD, dan berbagai unsur terkait untuk memastikan bantuan menjangkau seluruh warga terdampak secara merata.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Embarkasi Cipondoh Perdana Bakal Berangkatkan Jemaah Haji Banten
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BI Ungkap 3 Jalur Transmisi Dampak Perang Timur Tengah ke Ekonomi RI
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Manchester City Bekuk Chelsea 3-0, Incar Juara Liga Inggris
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Layanan SIM Keliling Senin Di Jakarta: Lokasi Dan Waktu Operasional
• 8 jam lalunarasi.tv
thumb
Kalahkan Estrada, Nasukawa jadi penantang wajib gelar juara dunia WBC
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.