Jangan Anggap Enteng Komponen Kaki-Kaki, Cermati Mana yang Cepat Rusak!

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta - Komponen kaki-kaki di mobil jika disepelekan dengan cara tetap melibas kondisi jalan rusak, tentu akan membuat beberapa bagian cepat mengalami kerusakan. Apalagi setelah mobil dipakai terus selama sekian waktu, wajar jika kaki-kaki mobil bermasalah. 
 
Terutama jika mobil sering melewati jalan rusak atau sering tidak mengurangi kecepatan di jalan yang tidak rata. Lucunya, kerusakan pada satu komponen, besar kemungkinan akan merembet ke komponen yang lain. Biaya perbaikannya jadi tambah membengkak.
 
Agar tidak menyebabkan kerugian yang lebih besar, cermati 5 komponen kaki-kaki mobil yang sering bermasalah. 1. Shockbreaker Seiring usia pemakaian kendaraan, shockbreaker termasuk komponen yang paling mudah bermasalah. Salah satu akibatnya, permukaan ban akan terlihat botak atau terkikis di satu sisi saja, sisi dalam atau luar.

Cara mendeteksi kerusakan cukup dengan menekan-nekan dengan tangan tepat di atas posisi shockbreaker, pada sisi mobil depan atau belakang yang dicurigai bermasalah. Kalau mobil hanya berayun sekali setelah tangan dilepaskan, artinya shockbreaker masih bagus. Tapi kalau berayun berkali-kali, tanda ada kerusakan. Baca Juga:
Pilihan Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh Tembus 800 KM, Belum Ada di Indonesia? 2. Tie Rod Selain karena usia, tie rod banyak bermasalah karena penggunaan mobil yang terlalu kasar saat di jalan yang tidak rata. Akibatnya masalah muncul ketika roda terasa seperti bergerak ke kiri dan kanan, serta mobil seperti melayang. Terutama saat mobil pada kecepatan sedang.
 
Tie rod berfungsi mengikat roda dan mengarahkannya ke kiri atau kanan sesuai kendali dari setir. Kalau tie rod sudah rusak (istilahnya oblak) ikatan ke roda tidak bisa kencang dan roda cenderung terasa liar. 
 
Tie rod sebenarnya ada dua jenis, long tie rod dan tie rod end. Pada kendaraan dengan sistem kemudi rack and pinion, seperti umumnya mobil-mobil penumpang zaman sekarang, yang sering bermasalah adalah tie rod end. 3. Ball Joint Keluhan akibat rusaknya ball joint akan muncul saat mobil melintasi jalan yang tidak rata atau berlubang. Terasa roda tidak stabil, bergoyang-goyang, atau terdengar bunyi-bunyian seiring roda melibas jalanan.
 
Gejalanya bisa semakin parah kalau getaran sudah merambat ke setir dan dirasakan oleh tangan pengemudi. Lingkar setir juga seolah terasa ikut tidak stabil. Pada sistem suspensi kendaraan, ball joint berfungsi sebagai sumbu roda di saat roda berbelok ke kiri atau kanan. Baca Juga:
Motul Jalin Kemitraan dengan Produsen Sepeda Motor Italia
Rusaknya ball joint biasanya terjadi pada teflon atau plastiknya yang aus. Jika teflon sudah habis sama sekali, bunyi yang timbul bisa sangat keras karena logam pada komponen ini saling beradu. Langkah pemeriksaan ball joint, sama seperti pada tie rod yakni dengan mendongkrak mobil dan mengguncang-guncang ban.
 
Meski ada bengkel yang sanggup memperbaiki, ball joint yang rusak sebaiknya diganti baru. Pergantian juga bisa satu set dengan bersama lower arm serta karet bushing pada arm, tergantung kondisinya. 4. Bushing Stabilizer Kadang ada pengemudi yang mengeluhkan, kondisi mobilnya kurang nyaman pada saat menikung. Begitu pula saat melintas di jalanan yang tidak rata atau rusak. Jika keluhan masih tahap awal, biasanya hanya muncul bunyi-bunyian aneh, mirip seperti komponen yang kurang pelumasan. 
 
Tapi kalau sudah parah, mobil jadi tidak stabil atau limbung, terutama saat menikung pada kecepatan sedang. Sumber masalah sebenarnya adalah bushing yang bisa terdapat pada stabilizer dan swing arm. Bushing stabilizer berfungsi menyeimbangkan antara suspensi kanan dan kiri sekaligus pengikat ke sasis. 
 
Sementara bushing swing arm sebagai peredam getaran dari mesin atau mobil saat berjalan. Rusaknya karet-karet bushing ini akan menyebabkan juga pergeseran dari sudut-sudut kemudi, seperti chamber, caster, kingpin dan lainnyal. Jika didiamkan, pergeseran bisa terus bertambah sehingga mobil semakin terasa kurang nyaman, bahkan bisa berbahaya karena tidak stabil. Baca Juga:
Perawatan Truk, Isuzu: Banyak Pilihan Spare Parts untuk Konsumen 5. Bearing Mobil  Komponen kaki-kaki yang berputar juga bisa terkena gangguan, terutama pada bearing. Keluhan yang dirasakan, muncul bunyi seperti dengungan saat mobil berjalan. Awalnya mungkin tidak terlalu disadari, baru saat jalan agak sepi akan terdengar dan biasanya akan semakin keras. 
 
Bunyinya terdengar seperti logam yang tergerus. Penyebab bunyi seperti ini dipastikan berasal dari bearing. Komponen yang jadi dudukan poros as roda ini biasanya rusak karena usia dan pemakaian. Titik kerusakan bisa dipastikan dengan membelokkan roda saat menikung. 
 
Jika saat belok kiri, bunyi menghilang, maka kerusakan ada pada bearing sisi kiri. Begitu juga dengan sisi yang kanan. Hilangnya bunyi ini terjadi karena beban di sekitar bearing berkurang. Mungkin awalnya agak sulit menangkap bunyi bearing karena tersamarkan bunyi-bunyian lain. 
 
Jadi begitu bisa dideteksi, segera tangani dan ganti yang baru. Pergantian sebaiknya sepasang, kiri dan kanan. Bearing yang rusak dan dibiarkan, bisa mendatangkan berbagai risiko. Misalnya ban meletus karena ada pemicu panas dari bearing yang terus bergesek, rem blong, roda terlepas, dan lainnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kena Comeback, Timnas Indonesia Putri Kalah Selisih Setengah Lusin Gol dari Kongo di FIFA Series 2026
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Ada 3 Demo di Jakarta Hari ini, Berikut Titik-titik Berpotensi Macet
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Docomo Akui Pelanggaran, KPPU Percepat Proses Hukum Akuisisi
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Tinjau Proyek Jembatan Rp 80 M, HRD Puji Gerak Cepat Prabowo Pulihkan Infrastruktur Aceh
• 17 jam lalurealita.co
thumb
Tiang Optik Roboh di Tamansari Jakarta Barat, Diduga Akibat Keropos dan Beban Kabel
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.