PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) berencana melakukan pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) melalui skema program kepemilikan saham karyawan dan manajemen (ESOP/MSOP). Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 19 Mei 2026.
Sebelumnya, Perseroan telah mengantongi restu untuk melaksanakan buyback saham senilai maksimal Rp50 miliar atau tidak melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor, yang disetujui pada 17 Juni 2025.
Hingga saat ini, ASLC telah merealisasikan pembelian kembali sebanyak 43.216.200 saham. Mengacu pada Pasal 21 huruf c POJK No. 29/2023, saham treasuri tersebut dapat dialihkan, salah satunya melalui program kepemilikan saham bagi karyawan, Direksi, dan Dewan Komisaris.
"Perseroan bermaksud melakukan pengalihan sebagian saham treasuri, yaitu 12.987.013 lembar saham atau sebanyak-banyaknya sejumlah total saham treasuri yang diperoleh oleh Perseroan dari hasil pelaksanaan pembelian kembali saham 2025 untuk pelaksanaan program kepemilikan saham oleh karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris (Program ESOP/MSOP)," kata manajemen.
Manajemen juga menyampaikan bahwa saat ini Perseroan masih berada dalam periode buyback saham 2025. Dengan demikian, jumlah saham treasuri masih berpotensi berubah hingga batas waktu berakhirnya program pada 17 Juni 2026 atau ketika alokasi dana telah sepenuhnya digunakan.
Baca Juga: ASLC Rancang Buyback Saham Rp20 Miliar untuk Tingkatkan Kepercayaan Investor
Baca Juga: Autopedia (ASLC) Raih Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Bisnis Mobil Bekas Makin Moncer
"Kepastian mengenai total saham treasuri dan jumlah saham yang akan dialihkan berdasarkan keterbukaan informasi ini akan diumumkan di dalam perubahan atau tambahan keterbukaan informasi yang diumumkan paling lambat 2 hari kerja sebelum tanggal RUPS," ujar manajemen.
Adapun pelaksanaan pengalihan saham melalui program ESOP/MSOP ini direncanakan paling lambat tiga tahun setelah berakhirnya periode buyback. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keterikatan karyawan dan manajemen terhadap kinerja Perseroan sekaligus menjaga daya saing perusahaan ke depan.





