Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa merespons isu banyaknya kader yang pindah ke partai lain, menyusul wacana 'merger' NasDem dan Gerindra yang belakangan mencuat. Salah satunya hijrah ke PSI.
Saan menegaskan, jumlah kader yang hengkang masih sangat sedikit dan kondisi internal partai tetap solid.
"Kalau dikatakan banyak, masih bisa dihitung dengan jari. Kalau banyak itu kan sudah tidak bisa dihitung. Ini masih bisa dihitung dengan jari yang pindah," kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4).
Pindah Partai Hal Biasa, Bukan Hanya di NasDemSaan menegaskan, fenomena perpindahan kader bukan sesuatu yang luar biasa dan tidak hanya terjadi di NasDem.
"Fenomena pindah itu hal biasa, tidak hanya terjadi di NasDem. Orang dari satu partai pindah ke partai lain itu dinamika yang wajar," ujarnya.
Menurutnya, keputusan kader untuk pindah bisa dilatarbelakangi keinginan mencari suasana dan tantangan baru — atau sekadar ingin menguji kemampuan di tempat lain.
"Mungkin saja mereka mencari suasana dan tantangan baru di tempat lain. Itu hak politik masing-masing dan tidak bisa kita tahan," jelas Wakil Ketua DPR itu.
5.000 Kader Ikuti Pendidikan Politik, 39 Dapil Disambangi saat RamadanMeski ada kader yang keluar, Saan memastikan konsolidasi internal NasDem berjalan intensif di semua tingkatan. Sepanjang 2025, NasDem telah menggelar 17 angkatan pendidikan politik dan konsolidasi melalui Akademi Bela Negara (ABN) dengan total lebih dari 5.000 peserta dari struktur partai.
"Nanti tanggal 24 juga ada lagi pendidikan politik dan konsolidasi di ABN — secara rutin kita lakukan," ujarnya.
Selain itu, DPP NasDem menggelar safari Ramadan di Pulau Jawa dan menyambangi seluruh 39 daerah pemilihan.
"Jadi secara internal tidak ada persoalan apa pun. Sekali lagi, partai tetap solid, konsolidasi tetap jalan," tegas Saan.





