Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring wilayah tersebut memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau pada April 2026.
Potensi Cuaca Ekstrem Saat Peralihan MusimPrakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Vitro Nurvandyanto mengatakan "Saat ini wilayah NTT berada pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba."
Ia menjelaskan pada periode ini masyarakat perlu mewaspadai hujan yang disertai petir atau kilat serta angin kencang berdurasi singkat.
“Pada saat masa peralihan perlu diwaspadai hujan disertai petir atau kilat serta angin kencang berdurasi singkat,” katanya.
BMKG menyebut kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan bangunan.
Wilayah Rawan dan Imbauan BMKGBMKG mencatat pada Senin sebagian besar wilayah NTT berada dalam kondisi cerah hingga cerah berawan, namun beberapa daerah seperti Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Selain itu, Kabupaten Sabu Raijua diperkirakan mengalami angin kencang mulai 13 hingga 15 April 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik serta rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui layanan resmi.
Vitro menegaskan masyarakat dapat mengakses informasi cuaca melalui berbagai kanal BMKG selama 24 jam untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553217/original/014314300_1775916634-20260411BL_Persija_Vs_Persebaya___BRI_Super_League_-28.jpg)