Jakarta (ANTARA) - Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dailami Firdaus mengatakan perhelatan Lebaran Betawi dapat ditetapkan sebagai program pariwisata unggulan di Jakarta karena memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya ibu kota.
"Lebaran Betawi harus menjadi agenda tetap setiap tahun di lokasi yang jelas dan konsisten, sehingga wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, lebih mudah mengakses informasi dan merencanakan kehadirannya," kata Dailami dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Dailami menekankan pentingnya konsistensi penyelenggaraan Lebaran Betawi sebagai agenda tahunan dengan lokasi yang tetap.
Hal ini, kata dia, dinilai akan memudahkan wisatawan dalam merencanakan kunjungan serta meningkatkan daya tarik acara secara berkelanjutan.
Senator asal DKI Jakarta ini menyoroti pentingnya penampil seni dan budaya Betawi yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, representasi budaya Betawi yang autentik dan berkelas bisa lebih dimaksimalkan.
Baca juga: Lebaran Betawi perkuat persatuan dan teguhkan identitas Jakarta
Tak hanya dari sisi pertunjukan, Dailami juga mengusulkan pelibatan lebih banyak produk kuliner dan kriya khas Betawi dalam perhelatan tersebut. Namun demikian, produk-produk perlu memiliki standar kualitas yang baik dan mampu bersaing.
Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dailami Firdaus saat menghadiri Lebaran Betawi di Jakarta. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi (M) "Produk kuliner dan kriya Betawi, terutama dengan kualitas yang baik harus ditampilkan secara maksimal sehingga akan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung," ujarnya.
Dailami menjelaskan pentingnya optimalisasi promosi Lebaran Betawi, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional.
Menurut dia, promosi itu perlu keterlibatan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, serta para duta besar Indonesia di berbagai negara sahabat untuk turut mempromosikan acara tersebut.
"Promosi harus diperluas hingga ke luar negeri dengan melibatkan kementerian terkait dan jaringan diplomatik kita, sehingga Lebaran Betawi bisa dikenal secara global dan menjadi daya tarik wisata budaya Jakarta," ucapnya.
Ia optimistis, dengan langkah-langkah tersebut, Lebaran Betawi dapat berkembang menjadi ikon pariwisata budaya yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus melestarikan warisan budaya Betawi.
Baca juga: Tradisi hantaran Lebaran Betawi simbol bakti dan kekayaan kuliner
Baca juga: Lebaran Betawi 2026 hadirkan ruang edukasi budaya bagi pengunjung
"Lebaran Betawi harus menjadi agenda tetap setiap tahun di lokasi yang jelas dan konsisten, sehingga wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, lebih mudah mengakses informasi dan merencanakan kehadirannya," kata Dailami dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Dailami menekankan pentingnya konsistensi penyelenggaraan Lebaran Betawi sebagai agenda tahunan dengan lokasi yang tetap.
Hal ini, kata dia, dinilai akan memudahkan wisatawan dalam merencanakan kunjungan serta meningkatkan daya tarik acara secara berkelanjutan.
Senator asal DKI Jakarta ini menyoroti pentingnya penampil seni dan budaya Betawi yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, representasi budaya Betawi yang autentik dan berkelas bisa lebih dimaksimalkan.
Baca juga: Lebaran Betawi perkuat persatuan dan teguhkan identitas Jakarta
Tak hanya dari sisi pertunjukan, Dailami juga mengusulkan pelibatan lebih banyak produk kuliner dan kriya khas Betawi dalam perhelatan tersebut. Namun demikian, produk-produk perlu memiliki standar kualitas yang baik dan mampu bersaing.
Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dailami Firdaus saat menghadiri Lebaran Betawi di Jakarta. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi (M) "Produk kuliner dan kriya Betawi, terutama dengan kualitas yang baik harus ditampilkan secara maksimal sehingga akan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung," ujarnya.
Dailami menjelaskan pentingnya optimalisasi promosi Lebaran Betawi, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional.
Menurut dia, promosi itu perlu keterlibatan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, serta para duta besar Indonesia di berbagai negara sahabat untuk turut mempromosikan acara tersebut.
"Promosi harus diperluas hingga ke luar negeri dengan melibatkan kementerian terkait dan jaringan diplomatik kita, sehingga Lebaran Betawi bisa dikenal secara global dan menjadi daya tarik wisata budaya Jakarta," ucapnya.
Ia optimistis, dengan langkah-langkah tersebut, Lebaran Betawi dapat berkembang menjadi ikon pariwisata budaya yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus melestarikan warisan budaya Betawi.
Baca juga: Tradisi hantaran Lebaran Betawi simbol bakti dan kekayaan kuliner
Baca juga: Lebaran Betawi 2026 hadirkan ruang edukasi budaya bagi pengunjung





