Startup Konsultasi Pajak asal Bali Jadi Best of The Best NextDev ke-11

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tax Point, startup konsultasi pajak asal Tabanan, Bali, keluar sebagai pemenang utama NextDev ke-11 yang diselenggarakan Telkomsel. Pemenang ditentukan setelah melewati tahap final pitching dan penilaian juri di NextDev Summit 2026, acara puncak program NextDev yang menampilkan 10 finalis technopreneurs.

Dalam Telkomsel NextDev Summit 2026 yang berlangsung pada Kamis (9/4), Tax Point meraih predikat Best of The Best. Startup ini menawarkan layanan konsultasi pajak yang responsif dan terjangkau dengan dukungan tenaga ahli bersertifikasi.

Solusi yang diusung Tax Point berfokus pada penyederhanaan proses administratif pajak yang selama ini menjadi kendala utama bagi individu maupun pelaku usaha. Platform ini mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang menjadi fokus NextDev ke-11.

"Pendampingan mentor dan akses jejaring NextDev telah membantu kami memperjelas masalah nyata yang kami sasar, model bisnis yang kami butuhkan, hingga strategi implementasi AI yang perlu kami kembangkan," kata Founder Tax Point, Pande Putu Khrisna Ariyudha. "Semua yang kami dapatkan dari NextDev akan menjadi bekal penting bagi Tax Point untuk melangkah lebih kuat dan tumbuh lebih baik lagi ke depan."

Posisi Runner Up ditempati oleh Epploye asal Bandung, Jawa Barat, yang menghadirkan solusi ekosistem HRIS (Human Resource Information System) berbasis Cloud dan AI dalam satu platform. Kemudian, technopreneur Sumrize dari Subang, Jawa Barat, terpilih sebagai Most Attractive Digital Business dengan solusi platform AI yang dapat merangkum percakapan grup WhatsApp secara otomatis agar pengguna memahami inti diskusi tanpa perlu membaca ratusan pesan.

NextDev merupakan program inkubasi yang dijalankan Telkomsel untuk mendorong lahirnya startup berdampak, dengan tema tahun ini 'Unleashing AI Impact' yang memprioritaskan technopreneurs mengintegrasikan AI dalam solusi digitalnya. Bedanya dengan NextDev edisi tahun lalu, NextDev ke-11 tidak lagi membagi peserta dalam kategori khusus, sehingga memberikan kesempatan bagi technopreneurs dari berbagai sektor untuk berpartisipasi.

"Tahun-tahun sebelumnya kita pakai track (kategori), misalnya, digital lifestyle, games, environment. Sekarang kita tidak pakai track lagi, tapi kita buka opening untuk seluruh peserta yang punya bisnis dan sudah terintegrasi dengan AI," kata VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, dalam media briefing NextDev Summit 2026 di Jakarta, Kamis (9/4).

"Yang spesial di event NextDev hari ini adalah kita meng-inject AI capabilities di setiap usulan program bisnis mereka."

NextDev ke-11 dimulai dengan merekrut technopreneurs potensial melalui fase Scouting dari September hingga Desember 2025. Technopreneurs yang lolos seleksi akan memasuki tahap inkubasi Academy dari Januari sampai April 2026, yang kurikulumnya fokus pada strategi pertumbuhan bisnis, memperkuat fundamental business, pemasaran dan penjualan, serta strategi implementasi AI.

NextDev Summit menjadi puncak dari seluruh rangkaian program, menghadirkan pameran, sesi konferensi, final pitch, dan awarding bagi technopreneurs terbaik. Sesi ini juga menjadi wahana untuk mempertemukan para finalis dengan investor dan pelaku ekosistem digital lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Gudang Ekspedisi di Medan Ludes Terbakar, 4 Kendaraan Ikut Hangus | KOMPAS PAGI
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Peru Gelar Pemilu Presiden dengan 35 Kandidat, Kubu Konservatif Mendominasi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penambangan Batu Bara di Guizhou, Tiongkok Sebabkan Gunung Retak, Lebih dari 400 Warga Terjebak dalam Bahaya
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Ribuan Jemaah Hadiri Peringatan Haul ke-58 Guru Tua di Morowali Utara
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IDAI Angkat Suara Terkait Viral Evakuasi Bayi Hipotermia di Gunung Ungaran
• 23 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.