Pariwisata Dubai & Timur Tengah Tergunjang Akibat Perang Amerika-Iran

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Rekor pertumbuhan pariwisata Dubai selama tiga tahun berturut-turut, yang mencapai 19,59 juta kunjungan wisatawan internasional pada 2025 atau naik 5% secara tahunan, diperkirakan akan terhenti tahun ini. 

Kondisi ini dipicu oleh memanasnya konflik di kawasan yang melibatkan Iran serta Amerika-Israel. Perang yang pecah pada 28 Februari 2026 langsung memberi tekanan besar terhadap sektor pariwisata.

Laporan World Travel & Tourism Council (WTTC) memperkirakan eskalasi konflik di Iran menyebabkan kerugian hingga sekitar US$600 juta per hari dari belanja wisatawan internasional di Timur Tengah, seiring terganggunya penerbangan, menurunnya kepercayaan wisatawan, serta melemahnya konektivitas regional.

Timur Tengah memiliki peran strategis dalam industri perjalanan global, dengan kontribusi sekitar 5% terhadap kedatangan wisatawan internasional dan 14% terhadap lalu lintas transit dunia. Oleh karena itu, setiap gangguan di kawasan ini berpotensi menekan permintaan secara luas, berdampak pada sektor penerbangan, bandara, hotel, penyewaan kendaraan, hingga industri pelayaran.

Sejumlah hub penerbangan utama seperti Dubai, Abu Dhabi, Doha, dan Bahrain, yang biasanya melayani sekitar 526.000 penumpang per hari, ikut terdampak akibat penutupan dan gangguan operasional seiring eskalasi konflik. Situasi ini secara signifikan melemahkan konektivitas, baik di tingkat regional maupun global.

Analisis WTTC ini mengacu pada proyeksi sebelum konflik tahun 2026 yang memperkirakan total belanja wisatawan internasional di Timur Tengah mencapai US$207 miliar, sehingga setiap gangguan pada mobilitas perjalanan berpotensi segera memicu dampak ekonomi besar di seluruh ekosistem pariwisata. Kendati demikian, masih ada optimisme jika perang segera berakhir.

Baca Juga

  • Strategi Menjaga Resiliensi Pariwisata di Tengah Gejolak Global
  • Sektor Pariwisata Jateng Ketiban Tuah Lebaran
  • Perang AS-Israel vs Iran Hantam Pariwisata, Kerugian Capai US$600 Juta per Hari

“Sektor pariwisata merupakan salah satu yang paling tangguh. Dampak dari pengeluaran wisatawan internasional di Timur Tengah sangat besar, mencapai rata-rata sekitar US$600 juta per hari. Namun, sejarah menunjukkan sektor ini mampu pulih dengan cepat, terutama ketika pemerintah memberikan dukungan kepada wisatawan, seperti bantuan akomodasi hotel maupun proses repatriasi,” ujar Gloria Guevara, Presiden dan CEO World Travel & Tourism Council, dikutip dari laman resmi WTTC, Senin (13/4/2026)

Sementara itu, UN Tourism memetakan tiga skenario dampak gangguan perjalanan udara di Timur Tengah. Pada skenario pertama, gangguan selama satu bulan dengan pembatasan wilayah udara di berbagai destinasi diperkirakan menurunkan kedatangan wisatawan internasional sebesar 12–13% atau sekitar 12–13 juta orang pada 2026, setara 1% global, dengan potensi kerugian mencapai USD 18–20 miliar.

Dampak lebih besar terlihat pada skenario berikutnya. Jika gangguan berlangsung dua bulan, penurunan wisatawan bisa mencapai 20–23% (20–23 juta orang) dengan kerugian sekitar USD 35 miliar. Sementara itu, gangguan hingga tiga bulan berpotensi menekan kedatangan hingga 24–28% (24–28 juta wisatawan), dengan pemulihan yang meluas hingga akhir 2026 serta kerugian diperkirakan mencapai USD 40 miliar.

"Banyak pelancong mengadopsi sikap 'tunggu dan lihat' dan menunda rencana perjalanan mereka karena kekhawatiran tentang risiko keselamatan, gangguan penerbangan, atau keterlambatan operasional bandara. Kekhawatiran ini memengaruhi destinasi di Timur Tengah dan sekitarnya," tulis UN Tourism dalam laman resminya.

Kondisi ini menjadi pukulan besar bagi kawasan, mengingat negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menyumbang sekitar 70% dari total kedatangan wisatawan di Timur Tengah pada 2025, atau sekitar 71 juta kunjungan.

Bahkan, kontribusi terbesar berasal dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang secara bersama-sama mencakup hampir 60% dari total kedatangan internasional di kawasan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cetak Rekor! 4 Hari Tayang Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? Tembus 400 Ribu Penonton
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Eks Direktur Pertamina hadapi sidang tuntutan kasus korupsi LNG
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Pernyataan JK Soal Syahid Disorot
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Pasar Keuangan Kembali Diguncang Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Terkait Kendaraan Dinas Lexus Rp2 Miliar, Pemprov Sulsel: Setelah Jual Ratusan Unit Randis
• 19 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.