Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menangkap ikan sapu-sapu di Kali Cideng, Menteng, Jakarta Pusat.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, penangkapan ikan sapu-sapu tersebut baru dilakukan di satu titik dengan hasil sementara mencapai 38 kilogram atau sebanyak 41 ekor.
“Sementara baru 38 kg (41 ekor) dan sudah dilakukan baru di 1 titik kemarin (Cideng),” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (13/4).
Dalam kegiatan tersebut, Hasudungan menyebut, dinas gabungan yang terdiri dari Dinas KPKP, Sumber Daya Air (SDA), Lingkungan Hidup (LH), serta dibantu petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengerahkan total sekitar 100 personel.
“KPKP, SDA, LH dan dibantu PPSU. Kurang lebih 100 orang, dari DKPKP 40 orang,” ujarnya.
Setelah ditangkap, bangkai ikan yang telah dipastikan mati kemudian dikuburkan di bantaran Kali Kanal Barat (BKB) Ciliwung, Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Betul (dikubur). Rencana awal di lahan milik DPKP yaitu di Pusat Promosi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan di daerah Ciganjur tapi karena yang dapat hanya sedikit dikuburkan di lokasi terdekat yaitu di dekat BKB,” jelasnya.
Ia menjelaskan, lokasi penguburan dipilih secara khusus agar tidak menimbulkan dampak penyalahgunaan.
“Di lokasi yang representatif. Jangan terlalu dekat permukiman dan dipastikan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Hasudungan menambahkan, pihaknya saat ini juga tengah mengumpulkan data untuk memperluas pembersihan ke titik lainnya di wilayah DKI Jakarta.
“Ini lagi kita kumpulkan data dari wilayah,” pungkasnya.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setuju dengan upaya pembersihan ikan sapu-sapu yang belakangan dilakukan secara masif di sejumlah wilayah Jakarta.
Pram mengaku memonitor langsung kegiatan penangkapan ikan tersebut yang dilakukan jajaran pemerintah kota bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
"Yang pertama persoalan ikan sapu-sapu, terus terang saya mengikuti ketika di depan Grand Hyatt atau Plaza Indonesia, wali kota bersama PPSU menangkap ikan sapu-sapu," kata Pramono saat menghadiri perayaan hari kedua Lebaran di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4).
"Memang ikan ini adalah ikan yang migrasi dari Amerika Selatan, daya tahan tubuhnya luar biasa, dia bisa hidup makan apa saja. Tapi karena dia bisa makan apa saja, tentunya juga berbahaya kontaminasi dengan zat-zat sesuatu yang berbahaya," sambungnya.
Ia menilai keberadaan ikan sapu-sapu berpotensi mengganggu ekosistem perairan karena dapat mengancam kelangsungan ikan lokal.
"Maka saya menyetujui kalau kemudian diadakan secara masif untuk menghilangkan atau mengurangi ikan sapu-sapu, karena kalau dibiarkan, ikan-ikan yang lain seperti wader pasti akan hilang," ucapnya.





