China mengumumkan sepuluh langkah insentif baru untuk Taiwan. Pengumuman ini muncul setelah adanya ajakan reunifikasi usai pertemuan dari Ketua Partai Kuomintang (KMT) dan Oposisi Taiwan, Cheng Li-wun dan Presiden China, Xi Jinping.
Dikutip dari Xinhua, China menawarkan sejumlah keuntungan kepada Taiwan. Hal it termasuk pelonggaran wisata, akses tayangan televisi, pembukaan kembali penerbangan lintas wilayah, kemudahan perdagangan pangan hingga izin penayangan drama dan konten dari Taipei.
Baca Juga: China Desak Amerika Serikat Hentikan Sanksi ke Kuba
China juga membuka peluang pembentukan mekanisme komunikasi rutin dari Partai Komunis China dan Partai Kuomintang. Namun, hal ini akan tergantung pada langkah yang diambil oleh pemerintah dari Taiwan.
Beijing menegaskan bahwa sejumlah kebijakan bergantung pada posisi politik wilayah itu, khususnya terkait penolakan terhadap kemerdekaan. Konten Taiwan juga harus memenuhi syarat seperti orientasi yang benar dan konten yang sehat.
Taiwan Mainland Affairs Council sendiri menilai langkah penawaran ini sebagai konsesi sepihak yang sarat kepentingan politik. Mereka menyebut insentif tersebut sebagai upaya mempengaruhi kebijakan domestiknya dengan menggunakan “Hadiah beracun.”
Taiwan menegaskan hubungan lintas selat seharusnya tidak dikaitkan dengan syarat politik. Tanggapan ini berbeda dengan yang diberikan oleh Oposisi Taiwan, Partai Kuomintang. Ia menyambut baik langkah terkait dan menyebutnya sebagai “hadiah” bagi masyarakat dari Taiwan.
China sendiri diketahui menolak berkomunikasi dengan Presiden Taiwan Lai Ching-te. Ia dianggap sebagai “separatis”. Hal ini menyusul penolakan kedaulatan dari China atas Taiwan. Lai menegaskan hanya rakyatnyalah yang berhak menentukan masa depan mereka.
Sebelumnya, Xi Jinping menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi kemerdekaan dari Taiwan. Ia menyatakan hal tersebut langsung kepada Ketua Partai Kuomintang (KMT) dan Oposisi Taiwan, Cheng Li-wun, di Balai Besar Rakyat, Beijing.
“Ketika keluarga harmonis, segala sesuatu akan makmur. Kemerdekaan Taiwan adalah penyebab utama yang merusak perdamaian di Selat Taiwan. Kami sama sekali tidak akan mentolerir atau membiarkannya,” tegas Xi.
Xi menekankan bahwa kedua pihaknya merupakan satu bagian dari China. Ia juga menyerukan peningkatan kerja sama dan hubungan lintas selat guna mendorong reunifikasi, yang telah lama menjadi tujuan pemerintah dari Beijing.
Baca Juga: Post Gambar Layaknya Juru Selamat, Trump Serang Paus Leo: Dia Lemah, Seharusnya Tak Jadi Pemimpin Gereja Katolik
“Warga negara di kedua sisi selat semuanya adalah orang dari China. Orang-orang dari satu keluarga yang menginginkan perdamaian, pembangunan, pertukaran, dan kerja sama,” katanya.





