Polemik Trump dan Paus Leo XIV Berlanjut

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews, Washington

Kritik terbuka Presiden AS terhadap pemimpin Vatikan menjadi sorotan dunia internasional.

Presiden Donald Trump meluncurkan kritik tajam yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Paus Leo XIV. 

Dalam pernyataan resmi dan komentar langsung kepada media, Trump menyebut pemimpin Gereja Katolik kelahiran Amerika Serikat tersebut "lemah," "mengerikan," dan bersikap terlalu liberal.

Ketegangan ini memuncak pada Minggu  12 April 2026 malam saat Presiden dalam perjalanan kembali menuju Washington dari Florida. 

Melalui unggahan di media sosial yang diikuti dengan pernyataan di landasan pacu kepada wartawan, Trump menegaskan ketidaksukaannya terhadap arah kepemimpinan pontifex saat ini.

“Saya bukan penggemar Paus Leo,” tegas Trump di hadapan media. “Saya rasa dia tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Dia adalah orang yang sangat liberal.” Kutip The Guardian Senin 13 April 2026.

Perselisihan Terkait Geopolitik

Pemicu utama perselisihan ini berakar pada pernyataan Paus Leo XIV akhir pekan lalu. Tanpa menyebut nama, Paus mengisyaratkan bahwa "delusi kemahakuasaan" telah memicu eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Menanggapi hal tersebut, Trump secara eksplisit menyerang kebijakan luar negeri Vatikan.

“Paus Leo lemah dalam menangani kejahatan dan mengerikan bagi kebijakan luar negeri,” tulis Presiden. “Saya tidak menginginkan seorang Paus yang menganggap sah bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir.”

Komentar ini muncul di tengah situasi diplomatik yang rapuh, saat Amerika Serikat dan Iran memulai negosiasi tatap muka di Pakistan di bawah kerangka gencatan senjata sementara.

Dalam retorika yang jarang terjadi antara pemimpin negara dan pemimpin agama tertinggi, Trump melangkah lebih jauh dengan mempertanyakan legitimasi posisi Paus Leo XIV. 

Ia mengklaim bahwa terpilihnya Leo XIV merupakan upaya politis untuk menghadapi pemerintahannya.

“Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan,” klaim Trump dalam unggahannya. Ia juga mendesak agar Paus berhenti memihak kelompok kiri radikal dan fokus menjadi pemimpin agama, bukan politisi.

Kritik Trump juga mencakup dukungan Paus terhadap isu-isu di Amerika Latin. Presiden menyatakan keberatannya atas kritik Vatikan terhadap tindakan AS di Venezuela yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Nicolás Maduro pada Januari lalu.

Landasan Moral dan Politik

Secara historis, hubungan antara Gedung Putih dan Vatikan sering mengalami pasang surut. Namun, serangan terbuka terhadap karakter personal seorang Paus dianggap sebagai anomali dalam sejarah diplomasi modern.

Di sisi lain, Paus Leo XIV terus menyuarakan pesan perdamaian yang tegas. Mengutip kitab Nabi Yesaya, Paus sebelumnya memperingatkan bahwa Tuhan tidak akan mendengarkan doa mereka yang tangannya berlumuran darah akibat perang.

Perselisihan ini menempatkan pemilih Katolik di Amerika Serikat dalam posisi yang kompleks. Berdasarkan data AP VoteCast, Trump memenangkan 55% suara pemilih Katolik pada pemilu 2024. 

Meski demikian, pemerintahan Trump tetap menjaga kedekatan dengan tokoh-tokoh evangelis konservatif, termasuk Sekretaris Pertahanan Pete Hegseth, yang secara terbuka membawa narasi religius dalam mendukung operasi militer di Iran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Vatikan belum memberikan respons resmi terhadap pernyataan terbaru dari Presiden Amerika Serikat tersebut.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI-AS Bahas Akses Wilayah Udara Militer
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Dongeng Sebelum Tidur yang Mengajarkan Keberanian dan Tanggung Jawab
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Comeback Dramatis, Thariq-Aaliyah Sukses Kalahkan Bastian Steel-Shita Marino
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang
• 23 menit lalurealita.co
thumb
Test Drive Truk Listrik Foton eMiler, Mudah Dijinakkan!
• 8 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.