Paus Leo XIV memulai kunjungan tur selama 11 hari ke Afrika pada Senin (13/4). Ini merupakan lawatan luar negeri pertamanya sejak menjadi pemimpin Gereja Katolik.
Dalam kunjungan ini, Paus asal Amerika Serikat tersebut menjadikan Aljazair sebagai tujuan pertama.
Paus Leo XIV berangkat dari Roma pada Senin pagi menuju ibu kota Aljazair, Algiers.
“Perjalanan ini bertujuan untuk terus membangun jembatan antara dunia Kristen dan Muslim,” kata Uskup Agung Aljazair Jean-Paul Vesco kepada AFP.
Agenda pertama Paus di Aljazair adalah memberikan penghormatan kepada para korban perang kemerdekaan Aljazair 1954–1962 melawan Prancis di Monumen Para Martir di Algiers.
Ia kemudian dijadwalkan bertemu Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune. Setelah itu, Paus akan menggelar pertemuan dengan pejabat pemerintah serta korps diplomatik.
Selanjutnya, Paus juga akan mengunjungi Masjid Agung Algiers dan Basilika Bunda Maria Afrika.
Leo juga berencana berdoa secara pribadi di kapel yang didedikasikan bagi 19 imam dan biarawati yang dibunuh selama perang saudara Aljazair pada 1992–2002.
Tur luar negeri pertama Leo akan mencakup jarak sekitar 18 ribu kilometer. Selain Aljazair, ia juga dijadwalkan mengunjungi Kamerun, Angola, dan Guinea Khatulistiwa.
Paus Leo XIV dan rombongan direncanakan kembali ke Vatikan pada 23 April 2026.
Lawatan ini berlangsung di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, menyusul serangan AS-Israel ke Iran. Pada akhir pekan lalu, perundingan damai AS-Iran dilaporkan gagal mencapai kesepakatan.
Pada Sabtu (11/4), di hadapan umat Katolik di Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV menyampaikan pidato yang menyinggung konflik bersenjata di kawasan tersebut.
“Hentikan perang,” kata Paus Leo XIV dalam pidatonya.





