Penulis: Fityan
TVRINews – Moskow
Presiden RI Dijadwalkan Bertemu Vladimir Putin Guna Memperdalam Kerja Sama Sektor Energi dan Ekonomi
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendarat di Bandara Vnukovo-2, Moskow, pada Senin 13 April 2026 pagi waktu setempat.
Kunjungan kenegaraan ini menandai langkah krusial dalam arsitektur diplomasi Indonesia untuk mempererat hubungan bilateral dengan Federasi Rusia di tengah pergeseran geopolitik global.
(Presiden Prabowo tiba di Moskow, Senin 13 April 2026. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres))
Begitu menginjakkan kaki di tanah Rusia sekitar pukul 07.45 WS, Presiden Prabowo disambut oleh barisan pejabat tinggi Rusia, termasuk Wakil Menteri Luar Negeri Andrey Rudenko dan Direktur Departemen Protokol Negara Igor Bogdashev.
Turut mendampingi dalam prosesi penyambutan tersebut, Duta Besar RI untuk Rusia, Jose Tavares, bersama Atase Pertahanan RI, Marsma TNI Budi Susilo.
Fokus pada Stabilitas Energi
Agenda utama dalam kunjungan ini adalah pertemuan tatap muka antara Presiden Prabowo dengan Presiden Vladimir Putin.
Fokus pembicaraan kedua pemimpin diperkirakan akan berpusat pada penguatan kemitraan di sektor-sektor vital, terutama ketahanan energi dan pengembangan ekonomi yang saling menguntungkan.
Jakarta memandang Moskow sebagai mitra strategis yang memiliki peran signifikan terhadap stabilitas pasar global. Melalui kunjungan ini, Indonesia menegaskan posisi politik luar negerinya yang bebas aktif, dengan mengedepankan dialog konstruktif demi kepentingan nasional.
(Presiden Prabowo tiba di Moskow, Senin 13 April 2026. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres))
"Langkah diplomasi ini merupakan wujud nyata komitmen Indonesia untuk tetap berperan aktif dalam panggung global, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga melalui kolaborasi internasional yang solid," Kutip laman resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Delegasi Tingkat Tinggi
Presiden Prabowo menempuh perjalanan udara dari Jakarta sejak Minggu malam dengan membawa delegasi terbatas namun strategis. Beberapa pejabat kunci yang mendampingi antara lain:
((Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres))
• Sugiono, Menteri Luar Negeri.
• Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
• Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Kehadiran Menteri ESDM dalam rombongan ini semakin memperkuat sinyal bahwa isu kedaulatan energi menjadi prioritas utama dalam pembahasan di Kremlin.
Kunjungan ini diharapkan mampu melahirkan kesepakatan-kesepakatan taktis yang mendukung visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru di kawasan Asia Tenggara.
Editor: Redaksi TVRINews





